Langsung ke konten utama

Skripsi Penjaskes

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Seiring majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap negara termasuk Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan dan memelihara kesegaran jasmani warga Negara yang maju, di mana manusianya dapat dikatakan sudah sangat berkurang dalam gerak jasmaninya, sehingga tidak jarang menimbulkan gangguan-gangguan dalam metabolisme tubuh, sistem otot, tulang, jantung dengan pembuluh darahnya dan juga sistem syarafnya. Pendidikan merupakan bagian integral dari system pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan sebagai proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, mempunyai peranan yang sangat penting yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani.
1
 
Pendidikan Jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik, bertujuan untuk meningkatkan individual secara organik, neuromuscular, perceptual, kognitif, sosial dan emosional (Depdiknas: 2003). Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui kegiatan jasmani dalam rangka memperoleh peningkatan Pendidikan Jasmani adalah bagian integral dari pendidikan melalui aktifitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromuscular, intelektual, dan emosional. Pada hakekatnya Pendidikan Jasmani adalah sebagai proses pendidikan via gerak insani (human movement) yang dapat  berupa aktivitas jasmani, permainan atau olahraga untuk mencapai tujuan pendidikan (Rusli Lutan: 7: 1995-1996) Pendidikan Jasmani adalah bentuk pendidikan yang memberikan perhatian pada pengajaran pengetahuan, sikap dan keterampilan gerak manusia (Seaton, 1974). Pendidikan Jasmani mempunyai keunikan dibandingkan dengan pendidikan yang lain, yaitu yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan karakter dan sifat sosial yang lebih besar untuk mewujudkan dalam praktik pengajaran.
Siswa sekolah dasar merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan. Oleh karena itu, dalam membelajarkan pendidikan jasmani diharapkan dapat merangsang perkembangan dan pertumbuhan siswa. Untuk mencapai hal tersebut, maka materi-materi dalam pendidikan jasmani dari sekolah tingkat paling rendah hingga atas telah diatur dalam kurikulum pendidikan jasmani.
Program pendidikan jasmani di SD, lebih banyak ditekankan pada proses penguasaan keterampilan gerak sebelum dicapai hasil, maksudnya yang lebih diutamakan adalah proses pengembangan keterampilan. Keterampilan gerak dasar. itu didukung oleh pola gerak. Yang dimaksud dengan pola gerak adalah serangkaian gerak terkait yang terorganisasi. Tujuan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan akan terwujud apabila pembelajarannya dilakukan menggunakan metode, model dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah keterbatasan prasarana yaitu banyak sekolah tidak mempunyai lapangan atau halaman yang cukup, sarana tidak menggunakan ukuran standar dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga akan menjadi kendala terhadap keberhasilan proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan itu sendiri.
Permasalahan-permasalahan di atas akan dapat diselesaikan salah satunya dengan cara mengembangkan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar dengan memodifikasi pembelajaran dengan media yang tidak seperti biasanya yang relevan, sesuai dengan karakteristik siswa, cocok dengan materi yang diajarkan dan sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada Sekolah Dasar Negeri 04 Merigi Sakti Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.
Bola Voli Servis Bawah sebagai bahan penelitian. Bola voli merupakan materi yang di ajarkan di kelas V SD Negeri 04 Merigi Sakti. Bola voli  adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua Tim berlawanan.   Pembelajaran servis bawah bola voli  siswa pada kelas V belum mencapai hasil yang optimal dikarenakan siswa sering mengalami sakit pada tangan saat melakukan passing bawah. Media yang tidak sesuai karakteristik siswa menyebabkan  minat dan motivasi siswa untuk melakukan kegiatan menjadi kurang. Pemanfaatan media pembelajaran yang dapat dijadikan salah satu sumber belajar yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan itu sendiri, sehingga dapat meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang lebih menarik dan inovatif serta  menumbuhkan minat dan motivasi siswa yang selama ini kurang diperhatikan. Karena kurangnya pemberian variasi dalam pembelajaran mengakibatkan sebagian besar atau 70% dari 28 siswa (20 siswa) kurang tertarik dan takut terhadap materi passing bawah bola voli mini, yang menyebabkan aktivitas dan kerjasama siswa rendah. Selain itu, sebesar 70% siswa hasil belajar belum memenuhi KKM. Adapun KKM untuk Penjasorkes adalah 75. Dengan adanya  pendekatan bermain, servis bawah bola voli  diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas dan kerjasama siswa. Berdasarkan uraian di atas peneliti akan mengadakan penelitian dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Servis Bawah Dalam Permainan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas V’’ pendekatan bermain pada siswa kelas V SD Negeri 04 Merigi Sakti Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun Pelajaran 2014/1015”.

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasikan permasalahan “ Apakah pendekatan bermain  dapat meningkatkan hasil belajar servis  bawah bola voli  siswa kelas V SD Negeri 04 Merigi Sakti Kecamatan  Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun Pelajaran 2014/2015?”

C.   Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang ada maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan bermain untuk meningkatkan hasil belajar servis bawah bola voli  siswa kelas V SD Negeri 04 Merigi Sakti  Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah  Tahun Pelajaran 2014/2015.

D.   Manfaat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa,  guru, peneliti, dan bagi sekolah yang bersangkutan, yaitu SD Negeri  04 Merigi Sakti Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.
a.      Manfaat Bagi Siswa
1)    Siswa dapat mengetahui pentingnya permainan bola voli.
2)    Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.
3)    Hasil belajar dan motivasi siswa akan meningkat karena kegiatan dan model pembelajaran yang baru.     
b.      Manfaat Bagi Guru 
1)    Meningkatkan kemampuan guru dalam menciptakan model  pembelajaran yang kreatif guna meningkatkan hasil belajar siswa.
2)    Meningkatkan kinerja guru dalam menjalankan tugas secara profesional.
c.      Manfaat Bagi Peneliti
1)    Sebagai bahan perbandingan antara ilmu yang didapat dari lembaga dengan yang didapat dari lapangan.
2)    Mendapatkan fakta bahwa melalui pendekatan bermain  dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran servis bawah bola voli.
d.      Manfaat Bagi Sekolah
1)    Sebagai masukan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Penjasorkes materi servis bawah bola voli di  kelas V  SD Negeri 04 Merigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah  melalui  pendekatan bermain
2)    Sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran Penjaskes di sekolah.
3)    Membantu memperlancar pelaksanaan kurikulum sehingga mempercepat tercapainya visi dan misi sekolah.

E.   Sumber Pemecahan Masalah
Dari permasalahan yang telah diuraikan di atas maka sumber pemecahan  masalah yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
1.   Mengadakan kegiatan pembelajaran servis  bawah bola voli melalui pendekatan bermain pada siswa kelas V SD Negeri 04 Merigi Sakti Kecamatan Merigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun Pelajaran 2014/2015.
2.   Menggunakan metode pembelajaran dengan media papan kayu dan bola karet.
3.   Menilai dan mencatat hasil penelitian.                 







BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.   Kajian Pustaka
a.    Pengertian Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik, bertujuan untuk meningkatkan individual secara organik, neuromuscular, perceptual, kognitif, sosial dan emosional (Depdiknas: 2003).
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui kegiatan jasmani dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan keterampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak (Menpora, 1984).
Pendidikan Jasmani adalah sebagai proses pendidikan via gerak insani (human movement) yang dapat berupa aktivitas jasmani, permainan atau olahraga untuk mencapai tujuan pendidikan (Rusli Lutan: 7: 1995-1996)
8
 
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan  melalui pemilihan aktivitas fisik yang akan menghasilkan adaptasi pada organik, syarat otot, intelektual, sosial, kultural, emosional dan estetika (Baley dan Field: 1976).  
Pendidikan Jasmani adalah bentuk pendidikan yang memberikan perhatian pada pengajaran pengetahuan, sikap dan keterampilan gerak manusia (Seaton,1974).
Pendidikan Jasmani mempunyai keunikan dibandingkan dengan pendidikan yang lain, yaitu yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan karakter dan sifat sosial yang lebih besar untuk mewujudkan dalam praktik pengajaran. Jadi berdasarkan beberapa pendapat di atas mengenai pengertian pendidikan jasmani dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan yang dilakukan dengan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotor, kognitif dan afektif siswa.  
b.    Tujuan Pendidikan Jasmani
Tujuan pendidikan jasmani yaitu memberikan kesempatan pada siswa  untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan  potensi anak, baik dalam aspek fisik, mental, sosial dan emosional.  Pertumbuhan dan perkembangan belajar melalui aktivitas jasmani akan mempengaruhi 3 ranah yaitu: ranah kognitif, ranah psikomotorik dan ranah afektif  (Gabbard, Leblanc, Lowy).  Tujuan belajar Pendidikan Jasmani seperti dikemukakan oleh Bucher  dalam Adang Suherman (1994: 4) sebagai berikut:
1)     Perkembangan fisik.
2)     Perkembangan Gerak.
3)     Perkembangan Mental.
4)     Perkembangan Sosial.
Jadi berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa  tujuan pendidikan jasmani adalah suatu proses kegiatan jasmani yang bertujuan  membina dan mengembangkan potensi anak yang akan mempengaruhi 3 ranah  yaitu ranah kognitif, ranah psikomotorik dan ranah afektif. 
c.    Pengertian Minat 
Minat dapat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam  menghadapi suatu objek (Mohamad Surya, 2004: 100). Minat berkaitan dengan  perasaan suka senang dari seseorang terhadap suatu objek.  Hal ini seperti yang dilakukan oleh Slameto (2003: 180) yang menyatakan bahwa minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.
Selanjutnya Elisabeth B. Hurlock (1999: 114) mengatakan bahwa suatu “minat” sebagai “sesuatu dengan apa anak mengidentifikasikan keberadaan pribadinya”. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang. 
Jadi minat merupakan perangkat mental yang menggerakan individu dalam memilih sesuatu. Timbulnya minat terhadap objek ini ditandai dengan adanya rasa senang atau tertarik. Jadi boleh dikatakan orang yang berminat terhadap sesuatu maka seseorang tersebut akan merasa senang atau tertarik terhadap objek yang diminati tersebut. Dari berbagai pendapat para ahli di atas peneliti mengambil kesimpulan bahwa timbulnya minat seseorang itu disebabkan  oleh beberapa faktor yaitu  faktor rasa tertarik atau rasa senang, faktor perhatian dan aktivitas.
d.    Meningkatkan Minat Siswa
Tanner & Tanner (1975) dalam bukunya slameto (2010: 181)  menyarankan agar para pengajar juga berusaha membentuk minat-minat baru pada  diri siswa. Ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada siswa  mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan  pengajaran yang lalu, menguraikan kegunaannya bagi siswa di masa yang akan  datang.
Menurut Djamarah (2008: 167), cara yang dapat dilakukan guru untuk  membangkitkan minat anak didik sebagai berikut:
1)     Membandingkan adanya suatu kebutuhan pada diri anak didik sehingga dia rela belajar tanpa paksaan.
2)     Menghubungkan bahan pelajaran yang diberikan dengan persoalan yang dimiliki anak didik, sehingga anak didik mudah menerima bahan pelajaran.
3)     Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mendapatkan hasil yang baik dengan cara menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif.
4)     Menggunakan berbagai macam bentuk dan teknik mengajar dalam konteks  perbedaan individual anak didik.
e.    Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajaran setelah mengalami aktivitas belajar (Chatarina Tri Anni, dkk, 2007: 5). Hasil belajar merupakan faktor yang sangat penting, karena hasil belajar mencerminkan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Bentuk dari hasil belajar biasanya ditunjukan dengan nilai yang diberikan guru.
Seperti yang diungkapkan oleh Rifa’i (2009: 85), bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut bergantung pada apa yang dipelajari oleh siswa. Oleh karena itu, apabila siswa mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah  berupa penguasaan konsep. Dari pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar  adalah perubahan perilaku siswa dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak  mengerti menjadi mengerti yang diukur menggunakan teknik penilaian tertentu  setelah mengalami kegiatan belajar.
Bloom dalam Rifa’i (2009: 86), menyatakan bahwa hasil belajar meliputi  tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar. Diantaranya yaitu ranah  kognitif (cognitive domain), ranah sikap (affective domain), dan ranah  psikomotorik (psychomotoric domain). Rinciannya sebagai berikut:
1)      Ranah kognitif. Berkaiatan dengan hasil belajar berupa pengetahuan, kemampuan, dan kemahiran  intelektual. Mencakup kategori pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis,  sintesis, dan penilaian. 
2)      Ranah afektif . Berkaitan dengan hasil belajar berupa perasaan, sikap, minat, dan nilai. Mencakup  kategori penerimaan, penanggapan, penilaian, pengorganisasian, dan  pembentukan pola hidup.
3)     Ranah psikomotor . Berkaitan dengan hasil belajar berupa kemampuan fisik seperti keterampilan  motorik dan syaraf, manipulasi objek dan koordinasi syaraf. Kategori jenis  perilaku untuk ranah psikomotorik yaitu persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing,  gerakan biasa, gerakan kompleks, penyesuaian, dan kreatifitas.
Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. diantara  ketiga  ranah, ranah kognitiflah yang banyak dinilai karena berkaitan dengan kemampuan  siswa dalam menguasai isi bahan pembelajaran. Hasil belajar afektif dan psikomotorik juga harus menjadi bagian dari penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.
Hasil belajar mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi servis bawah bola voli yaitu berupa kognitif yang dimiliki siswa yang dapat diketahui melalui tes formatif. Dan hasil belajar afektif dapat diperoleh  melalui pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa menggunakan lembar  pengamatan aktivitas siswa. Serta hasil belajar psikomotorik siswa dapat  diperoleh melalui tes keterampilan/tes praktek.
f.     Servis
Permainan bola voli  diawali dengan servis. Ada servis bawah  dan ada servis atas.
1.    Teknik Servis Bawah: kaki kiri di depan, badan condong ke depan, tangan kiri di depan menyangga bola dan siap untuk sedikit dilambungkan ketika  hendak dipukul, tangan kanan diayunkan ke belakang kemudian ke depan  untuk memukul bola sekuat tenaga.
2.    Teknik Servis Atas: kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang, tangan kiri  memegang bola di atas, tangan kanan diayun dari belakang kepala dan  memukul bola.

B.   Pendekatan Bermain
Hakekat Pendekatan Bermain
Pengertian Pendekatan Bermain merupakan bentuk pembelajaran yang  dikonsep dalam bentuk permainan (Wahjoedi 1999: 121).  Yoyo Bahagia dan Adang Suherman (1999/2000: 35) berpendapat  strategi pembelajaran permainan berbeda dengan strategi pembelajaran skill,  namun bisa dipastikan bahwa keduanya harus melibatkan modifikasi atau pengembamgan agar sesuai dengan prinsip DAP (developmentally Appropiate Pactice) dan body scalling (ukuran fisik termasuk kemampuan fisik)”. Rusli Lutan dan Adang Suherman (2000: 35-36) menyatakan, manakala guru menyadari bahwa rendahnya kualitas permainan disebabkan oleh rendahnya kemampuan skill, maka guru mempunyai beberapa pilihan sebagai berikut:
1.       Guru dapat terus melanjutkan aktivitas permainan untuk beberapa lama  sehingga siswa menangkap gagasan umum permainan yang dilakukannya.
2.       Guru dapat kembali pada tahapan belajar yang lebih rendah dan membiarkan  siswa berlatih mengkombinasikan keterampilan tanpa tekanan untuk  menguasai strategi.
3.       Guru dapat merubah keterampilan pada level yang lebih simpel dan lebih  dikuasai sehingga siswa dapat konsentrasi belajar strategi bermain.  
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan pendekatan bermain adalah bentuk permainan yang dimodifikasi (alat, peraturan) sesuai karakteristik siswa  dalam pembelajaran.

C.   Kerangka Berpikir
Pendidikan jasmani olahraga dan rekreasi merupakan mata pelajaran yang  mengkaji tentang ilmu pembelajaran melalui aktivitas jasmani. Materi-materi  dalam pendidikan jasmani mengandung konsep-konsep abstrak . Pahami dengan baik jika penerapannya hanya sebatas teori oleh siswa sekolah dasar yang masih dalam tahap bermain.  Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu melibatkan  keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa diarahkan untuk  menyelesaikan masalah yang sesuai dengan konsep pembelajaran dan sesuai  dengan konsep yang dipelajari. Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan  jasmani pada umumnya guru cenderung mengalami kesulitan karena minimnya  sarana dan prasarana olahraga yang tersedia di sekolah, sehingga keaktifan siswa  akan menjadi kurang. Dalam pembelajaran, siswa banyak yang duduk diam  menunggu giliran menggunakan alat dalam melakukan latihan. Akibatnya siswa  tidak dapat memahami meteri pendidikan jasmani yang diterima dengan  maksimal, siswa menjadi pasif dan hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk  melakukan aktivitas gerak, serta interaksi antar siswa kurang terbangun. Sehingga  siswa menjadi kurang tertarik dan berminat mempelajari pendidikan jasmani.
Berpijak pada permasalahan dalam pembelajaran pendidikan jasmani  tersebut, maka perlu adanya suatu inovasi pembelajaran sebagai upaya  meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru perlu menciptakan strategi  pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa, membangkitkan minat dan  perhatian siswa, serta memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran  pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi.  Dalam penelitian ini pembelajaran yang akan diteliti yaitu materi servis   bawah pada permainan bola voli  yaitu dengan menggunakan alat bantu  papan kayu untuk mempermudah siswa melakukan servis bawah. Dengan  adanya modifikasi media bola diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar  dan aktifitas siswa terhadap pembelajaran Penjaskes.
        Gambar 2.1  Kerangka Berfikir











a.    Kondisi Awal
Melalui modifikasi alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa dan antusias siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar
b.    Tindakan 
Meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli mini melalui pendekatan bermain .
Siklus I:
Upaya perbaikan dari siklus I sehingga meningkatkan kemampuan dan keterampilan dasar passing bawah bola voli mini melalui pendekatan bermain.
Siklus II:
Guru menyusun model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar servis bawah bola bola voli  melalui pendekatan bermain.
c.    Kondisi akhir
Guru kurang kreatif dan inofatif dalam pembelajaran Penjasorkes
Siswa:
1.    Tidak mampu menyerap materi
2.    Merasa takut dan bosan dengan materi passing bawah bola voli  
3.    Hasil belajar servis bawah bola voli mini rendah.
4.    Kualitas gerakan servis bawah bola voli  kurang memuaskan 

D.   Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berpikir yang telah disusun, maka diajukan hipotesis terhadap penelitian sebagai berikut: “Meningkatkan Kemampuan Servis Bawah Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas V SD Negeri 04 Merigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun Pelajaran 2014/2015”.                  


BAB III
METODE PENELITIAN

A.   Subyek Penelitian
Subjek Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah siswa kelas V dengan  jumlah 28 siswa yang terdiri atas 18 siswa putri dan 11 siswa putra SD Negeri  04 Merigi Sakti  Kecamatan Merigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah  Tahun Pelajaran 2014/2015.

B.   Objek Penelitian
Dalam penelitian ini, obyek yang di teliti servis  bawah bola voli melalui pendekatan bermain.

C.   Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai  selesai. Dalam satu minggu dilaksanakan satu kali pertemuan sesuai jadwal mata  pelajaran Penjasorkes kelas V SD Negeri 04 Merigi Sakti Kecamatan Merigi sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.


20
 
 


D.   Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lapangan SD Negeri 04 merigi Sakti Kecamatan  Merigi sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah.

E.   Prosedur Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus. Penelitian Tindakan Kelas  ini ditujukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok servis  bawah bola voli . Setiap siklus mencakup empat tahapan yaitu perencanaan  , tindakan pengamatan (observasi) dan refleksi.                         
Gambar 3.2. Siklus Penelitian Tindakan
 








1)    Rancangan Siklus I
a. Perencanaan
Mengidentifikasi masalah, mendiagnosis masalah, dan mengembangkan pemecahan masalah.
b.    Merancang rencana pembelajaran sesuai indikator pada siklus I yaitu  melakukan passing bawah bola voli mini dengan permainan.
c.    Merancang media peraga berupa papan kayu, bola karet, sebagai media permainan l.
d.    Menyusun lembar pengamatan proses pembelajaran siswa. 
2)    Tahap Pelaksanaan
Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan dari  perencanaan yang telah dibuat adalah dengan melaksanakan proses pembelajaran  antara lain:
a.    Menyiapkan rencana pembelajaran
b.    Menyiapkan media berupa papan kayu yang dimodifikasi, bola karet dan sejumlah siswa.
c.    Menyiapkan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, kemudian  memberikan kepada guru mitra (pengamat) untuk mengamati proses  pembelajaran.
d.    Melakukan pengelolaan kelas, meliputi:
1.  Kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
2.  Mengadakan presensi dari semua siswa yang hadir.
3.  Menjelaskan kegiatan belajar mengajar servis  bawah bola voli  melalui pendekatan bemain.
4.  Melakukan pemanasan.
5.  Melakukan latihan teknik dasar servis  bawah bola voli mini melalui pendekatan bermain
6.  Penilaian dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.
7.  Melakukan pendinginan.
8.  Menarik kesimpulan.  
3)    Pengamatan Tindakan
Pengamatan dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran dibuat  dengan bergradasi 1, 2, 3, dan 4, dengan ketentuan:
1 – Tidak Baik
2 – Kurang Baik
3 – Cukup Baik
4 – Baik








Adapun objek yang diamati adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Lembar Observasi Aktivitas Siswa
No
Objek Yang Diamati
1
2
3
4
1
Minat belajar siswa ketika melakukan tindakan




2
Motivasi siswa selama mengikuti proses pembelajaran




3
Keseriusan siswa melakukan kegiatan




4
Keaktifan siswa selama pembelajaran




5
Keberanian siswa dalam melakukan gerakan  




6
Keberanian siswa dalam melakukan gerakan




7
Kedisplinan siswa




8
Kelancaran langkah-langkah pembelajaran




9
Tanggung jawab siswa




10
Kerjasama siswa





4)    Tahap Evaluasi (Refleksi)
Refleksi merupakan uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil  penelitian dan refleksi berkaitan dengan proses dan dampak tindakan yang  dilaksanakan serta kriteria dan rencana bagi siklus berikutnya.
a.    Rancangan Siklus II
Pada siklus II perencanaan tindakan dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai pada tindakan siklus I sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut dengan  materi pembelajaran sesuai dengan silabus mata pelajaran pendidikan jasmani.  Demikian juga termasuk perwujudan tahap perencanaan, pelaksanaan,  pengamatan tindakan, dan refleksi juga mengacu pada siklus sebelumnya.

F.    Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Observasi 
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen (Arikunto, 2006: 229). Pelaksanaan observasi dilakukan oleh peneliti dan guru  mitra pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi dimaksudkan untuk  mengetahui apakah selama proses pembelajaran siswa aktif dan bertanggung  jawab, baik secara individual maupun secara kelompok dengan instrument lembar  pengamatan aktivitas siswa.       


2.    Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang  tertulis (Arikunto, 2006: 158). Dalam penelitian ini, dokumentasi akan digunakan meliputi data nilai Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan materi servis  bawah bola voli  kelas V semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 menggunakan media pembelajaran papan kayu dan bola karet.
3.    Angket atau kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasidari responden dalam arti laporan tenta pribadinya, atau  hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2006: 151). Dalam penelitian ini, angket  digunakan untuk memperoleh respon atau tanggapan siswa terhadap pembelajaran  servis bawah bola voli melalui pedekatan bermain . Angket  diberikan sesudah proses pembelajaran selesai.
4.    Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar penilaian  siswa ranah afektif, lembar penilaian siswa ranah psikomotorik, dan lembar  penilaian siswa ranah kognitif. Penilaian afektif digunakan untuk mengukur perilaku siswa ketika pembelajaran berlangsung, untuk penilaian psikomotor dimaksudkan untuk menggambarkan penguasaan prosedur gerak dan koordinasi, dan penilaian kognitif untuk mengukur intelektul siswa. Lembar penilaian kognitif berisi soal-soal tes dengan materi pelajaran pendidikan jasmani SD pokok bahasan servis bawah bola voli . Adapun bentuk tes yang digunakan adalah uraian singkat. Adapun kisi-kisi instrument masing-masing aspek yang digunakan dalam  penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
No
Aspek Kemampuan
1
Instrument kognetif
Memahami teknik dasar servis bawah  bola voli
2
Instrument afektif
1.   Keberanian (semangat)
2.   Kedisiplinan
3.   Tanggung jawab
4.   Kerjasama
3
Instrument psikomotor
1.      Menguasai teknik dasar servis bawah dengan media papan kayu
2.      Menguasai teknik dasar servis bawah berpasangan dengan media
3.      Menguasai teknik dasar servis bawah denagn media papan kayu
4.      Menguasi  teknik dasar servis bawah tanpa media


G.   Analisa Data
Dari hasil penelitian, data yang dianalisis adalah
a)    Untuk menentukan nilai akhir hasil belajar yang diperoleh masing-masing
siswa, digunakan rumus:
X 100
 
Nilai =  𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟
 ∑ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑠𝑜𝑎𝑙

 
       
1.    Untuk menentukan nilai rata-rata kelas, yait
X1000
 
u: Rata-rata nilai siswa =  ∑ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
           ∑ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
b)   
X1000
 
Untuk menentukan tingkat tuntas belajar klasikal, yaitu:
Ketuntasan klasikal =  ∑ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 ≥75
∑ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡𝑖 𝑡𝑒𝑠
c)    Untuk menentukan nilai hasil observasi yang meliputi penilaian afektif dan  penilaian psikomotorik, digunakan rumus:
X1000
 
Nilai =  ∑𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒 ℎ𝑎𝑛
        skor maksimal


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SK Sekolah

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH DINAS PENDIDIKAN   DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH DASAR NEGERI 0 1 MERIGI SAKTI Alamat : Desa Bajak III, Kecamatan Merigi Sakti Kode Pos 38383   KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 01 MERIGI SAKTI Nomor :421.2/SK/SDN01/2014 TENTANG PENGANGKATAN BENDAHARA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : 2013-2014                                              Menimbang : a. Bahwa untuk kelancaran tugas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) padaSD Negeri 01 Merigi Sakti maka dipandang perlu mengangkat seorang bendahara b. Bahwa yan...

Artikel Prisma Segitiga

 Rumus Prisma Segitiga (Volume dan Luas Permukaan) serta Contoh soal Menghitung Prisma Segitiga - Di artikel ini, kami membahas tentang prisma segitiga sama kaki, luas permukaan prisma segitiga, volume prisma segitiga, cara menghitung rumus luas permukaan prisma segitiga, cara menghitung volume prisma segitiga, contoh soal menghitung luas permukaan prisma segitiga, contoh soal menghitung volume prisma segitiga, dan lain-lain. Di kehidupan sehari-hari sering di lihat benda yang menyerupai prisma segitiga diantaranya atap kandang hewan pliharaan, atap rumah, dan lain-lain. Seomoga dengan adanya artikel ini, anda semakin paham mengenai prisma segitiga. Di sini kami hanya membahas mengenai prisma segitiga dan rumus-rumus pada prisma segitiga itu sendiri, di antaranya rumus Luas permukaan dan volume. Prisma Segitiga Prisma segitiga merupakan bangun ruang tiga (3) dimensi yang terbentuk atas alas, penutup atau topi, dan selimut. Jika di perhatikan alas prism...

SK Pembagian Tugas Guru Piket SDN 19 Bengkulu Tengah

  PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH DINAS PENDIDIKA N DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH DASAR NEGERI 19 BENGKULU TENGAH Alamat : Desa Bajak   I II, Kecamatan Merigi Sakti Kode Pos 38383   SURAT KEPUTUSAN KEPALA SD NEGERI 19 BENGKULU TENGAH NOMOR: 421/ /SDN19BT/2024 TENTANG Pembagian Tugas Guru Piket Tahun Pelajaran : 2023 / 2024 Pada Sekolah Sd Negeri 19 Bengkulu Tengah Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Bengkulu Tengah Kepala Sekolah Sd Negeri 19 Bengkulu Tengah   Menimbang : Untuk memperlancar pelaksanaan tugas Kepala Sekolah di dalam pengelolaan Administrasi dan kependidikan di SDN 19 Bengkulu Tengah Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah sehingga dapat berjalan dengan tertib, aman dan teratur maka dipandang perlu menunjuk guru untuk menjadi Guru Piket tahun pelajaran : 2023 / 2024 Mengingat      1. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. ...