https://afrizonkanedi.blogspot.com/2019/12/aktualisasi.html
Pada kegiatan ini saya menentukan model dan
media apa yang cocok dengan materi yang akan diajarkan. Ditentukan dengan
melihat keefektifan model dan media pembelajaran tersebut yang kaitannya dengan
materi pembelajaran. Dengan melihat keefektifan tersebut maka model dan media
pembelajaran yang digunakanpun lebih tepat. Nilai dasar yang dapat diambil dalam melaksanakan kegiatan ini yaitu komitmen mutu yang lebih berpedoman pada kesesuaian, dan kegiatan
yang saya lakukan ini terbentuk kesesuaian model dan media
pembelajaran dengan materi pembelajaran,
yang demikian itu sesuai dengan nilai dasar ASN (ANEKA)
Pada kegiatan ini saya melapokan RPP yang
telah saya cetak ke kepala sekolah. Agar kepala sekolah mengetahui kegiatan apa
yang akan saya lakukan di kelas ketika kegiatan pembelajaran di kelas
dilakukan. Pada saat saya melaporkan RPP, saya melaporkannya dengan apa adanya
agar kepala sekolah mengetahui semua kegiatan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Dengan melaporkan RPP apa adanya, maka nilai dasar yang dapat diambil dalam melaksanakan kegiatan ini yaitu Akuntabilitas yang lebih berpedoman pada transparan, dan kegiatan
yang saya lakukan ini apa adanya sesuai dengan nilai dasar ASN (ANEKA).
Anti
korupsi (tepat Waktu), Dalam menyampaikan materi kepada
siswa. Hendaklah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, hendaklah
memanfaatkan waktu sesuai dengan waktu yang telah ada dalam RPP tidak
melebih-lebihkan waktu pembelajaran dan mengurang-ngurangkan waktu dalam proses
pembelajaran.
Pada kegiatan
mempraktekkan shalat ada beberapa
kegiatan yang dilaksanakan selain melafazkan aya-ayat yang telah ditentukan
dalam sholat ada juga gerakan- gerakan sholat yang juga haruskita
laksanakan.Pada saat melaksanakan praktek sholat hendaklah dilaksanakan dengan
professional dan jelas artinya bahwa kita sebagai guru benar-benar mengetahui
bagaimana cara mempraktekkan sholat itu sendiri dan bagaimana gerak gerik
sholat yang benar,selain itu juga bacaan sholat yang kita praktekkan haruslah
jelas sehingga siswa dapat mendengar dan memahami bagaimana praktek sholat itu
yang sebenarnya.
Ketika melaksanakan praktek
sholat haruslah dengan cara yang efektif
kita sebagaiguru dalam melaksanakan prakteksholat iniharus mencari cara yang
paling efektifbagaimana agar anak kita cepat memahami apa yang kita
sampaikan.Yaitu tadi dengan bagaimana gerak-gerik kita pada saat menyampaikan
praktek pelaksanaan sholat itu haruslah benar brnar dan sesuai dengan ajaran
yang kita pahami sehingga anak anak tersebut juga cepat untukmemahami bagaimana
cara sholat itu yang benar dan begitupun juga dengan bacaan sholatnya bagaiman
kita berusaha agar siswa cepat hafal dan dalam melafazkannya pun siswa lancar.
Dalam menyampaikan cara
prakteksholat ini saya telah menggunakan bahasa yang jelas artinya saya
mengeluarkan suarayang agak keras dimana semua siswa dapat mendengar apa yang
saya ucapkan sehingga semua siswa perhatian nya terfokus kepada saya selain itu
juga saya telah menciptakan suasana yangmenyenangkan dimana saya sebelum
memberikan cara praktek sholatterlebih dahulu saya mengajak siswa untuk
bernyanyi bersama atau melaksanankan tepuk tepuk yang akhirnya dapat
membangkitkan semangat siswa untuk belajar.
Setelah selesai melaksanakan
tes, Saya mengoreksi hasil tes dengan dibantu peserta didik yang baru selesai
tes. Pelaksanaan koreksi pun dilaksanakan pada saat itu juga dan tanpa
ditunda-tunda lagi. Agar disiplin waktu dan dapat menggunakan waktu dengan
sebaiknya. Sehingga saya telah menerapkan nilai dasar profesi ASN seperti Anti
korupsi. Yaitu disiplin dalam penggunaan waktu dan tidak menunda pekerjaan.
c. Nilai-Nilai
Dasar yang Relevan
Bila kegiatan ini tidak
dilaksanakan dengan berlandaskan kepada nilai dasar PNS maka tidak terciptanya evaluasi pembelajaran yang berupa
ulangan harian Sehingga guru tidak dapat mengetahui mana saja siswa yang sudah
memahami pembelajaran selama ini dan mengetahui seberapa berhasil metode yan
guru gunakan dalam mengajar.
Kegiatan
yang dioptimalkan
tersebut berhubungan erat dengan nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi menjadi dasar
bagi aparatur sipil negara dalam
menjalankan
tugas-tugas dan kewajiban dalam instansi kerja. Dengan adanya pendidikan dan pelatihan prajabatan
pola baru yang lebih menekankan pentingnya
aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup kerja
diharapkan adanya aparatur negara yang
profesional
serta menjadi pelayan masyarakat yang benar-benar mencerminkan
seorang aparatur dalam melaksanakan pelayanan publik.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Aparatur
sipil negara yang selanjutnya
disingkat ASN adalah
profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah
dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN yang terdiri dari PNS dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas
dalam suatu jabatan pemerintah atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji
bedasarkan peraturan perundang-undangan.
Tentu saja untuk duduk di kursi PNS
harus seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat sebagai pegawai
ASN secara permanen oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan di
pemerintahan. Selain PNS, yang berhak menduduki jabatan sebagai ASN adalah
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam ketentuan pasal 1 ayat
4, yang dimaksud PPPK adalah WNI yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat
berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka
melaksanakan tugas pemerintah.
Menurut
Undang- undang no. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)
penyelenggaraan Diklat mengikuti pola baru di mana masa kegiatan berlangsung
secara on-off-on kampus. Kegiatan on kampus berlangsung di Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bengkulu dengan
pemaparan materi dan pola untuk menginternalisasi nilai dasar ANEKA. Pola baru
ini diselenggarakan seefektif mungkin untuk membina peserta diklat
agar lebih memahami dan mengaktualisasi nilai-nilai dasar ASN yakni
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.
Kegiatan
off di kampus nanti akan dilakukan di SD Negeri19 Bengkulu
Tengah yang mencakup aktualisasi
nilai-nilai dasar ANEKA pada setiap kegiatan pembelajaran PAI di sekolah yang
sudah direncanakan. Kegiatan tersebut dilatar belakangi oleh Peraturan
Menteri Agama
Republik Indonesia Nomor 13
Tahun 2014.Pendidikan
agama islam adalah Upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk
mengenal, memahami, menghayati serta
mengimani ajaran agama islam di barengi dengan tuntunan untuk menghormati
penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga
terwujud suatu kesatuan dan keadilan. Sehingga perlunya mengoptimalkan pembelajaran Pendidikan agama islam agar dapat teridentifikasi masalah-masalah apa
saja yang sedang dialami siswa SDN 19 Bengkulu Tengah demi terciptanya kegiatan pembelajaran
agama islam di sekolah dengan efektif dan efisien.tujuan pendidikan agama islam
disekolah adalah untuk menjadikan anak agar menjadi pemeluk agama yang aktif
dan menjadi masyarakat atau warga Negara yang baik dimana keduanya itu terpadu
untuk mewujudkan apa yang di cita citakan merupakan suatu hakekat sehingga
setiap pemeluk agama yang aktif secara otomatis akan menjadi warga negara yang
baik,terciptalah warga negara yang pancasilais dengan sila Ketuhanan Yang Maha
Esa .
Jadi, Pendidikan agama
islam
diselenggarakan untuk membantu peserta didik dalam mencapai perkembangannya
dengan optimal sehingga tumbuh menjadi anak yang aktif dalam beragama dan menjadi warga
negara yang baik
Berlatar belakang identifikasi
isu di atas, maka diangkatlah rancangan
aktualisasi yang berjudul“Mengoptimalkan Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran Melaksanakan Sholat Pada SD Negeri
19 Bengkulu Tengah”
yang
akan di aktualisasikan pada proses habituasi di SD negeri 19 bengkulu tengah
dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, Anti Korupsi).
B. Tujuan
Adapun tujuan dari aktualisasi
nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu:
1.
Sebagai acuan dalam melaksanakan
kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).
2.
Memahami nilai-nilai dasar profesi PNS
yang mencakup Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA)
3.
Mampu menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA
di dalam kegiatan aktualisasi berdasarkan tugas dan fungsinya
4.
Mewujudkan pelayanan publik yang lebih
baik
5.
Kemampuan
menganalisa dampak jika ANEKA tidak dilaksanakan.
C. Ruang Lingkup
Aktualisasi
nilai-nilai dasar PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi ini
akan dilakukan di unit kerja SD negeri 19 benteng bengkulu tengah. Kegiatan ini dilaksanakan selama masa habituasi yaitu dari tanggal 24 oktober sampai dengan
04 desember 2019.
BAB
II
DISKRIPSI
ORGANISASI
A. Struktur Organisasi
Struktur
organisasi SDNegeri 19
Bengkulu Tengah :
Daftar gambar 1. Struktur
organisasi SDN 19 Bengkulu
Tengah
B.
Visi
dan Misi Organisasi
1.
Visi
Adapun visi SD Negeri 19 Bengkulu Tengah yaitu :
Mewujudkan Siswa Berprestasi, Berakhlak Mulia, Dan
Berbudaya Luhur.
2.
Misi
Adapun misi SD Negeri 19 Bengkulu tengah yaitu :
1. Mengefektifkan Kegiatan Belajar Mengajar
2. Melaksanakan bimbingan secara efektif guna
mengoptimalkan prestasi belajar pesertdidik.
3. Menumbuhkan penghayatan dan pengalaman terhadap ajaran
Agama yang dianut siswa sehingga terbentuk kepribadian yang mantap, arif, dan
bijaksana dalam berperilaku.
4. Menciptakan lingkungan sekolah menjadipusat sumber
belajar.
C.
Nilai
Organisasi
1.
Tanggung jawab
Dengan
bertanggung jawab dalam perencanaan yang matang dapat meningkatkan mutu
pendidikan
2.
Efektif dan Efisien
Dengan adanya
efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran dalam peningkatan mutu
Melaksanakan Kegiatan Mempendidikan Inisiatif
3.
Sistematis
Dengan sistematis dalam setiap pelaksanaan proses
pembelajaran dapat menjadi alat evaluasi
belajar siswa guna perbaikan mutu pendidikan
4.
Jujur dan transparan
Dengan bersikap
jujur dan transparan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
5.
Cermat dan tuntas
Dengan cermat dan pengambilan tindakan yang tepat bagi siswa dapat berperan dalam
mencapai hasil belajar yang lebih baik (tuntas)
D.
Tugas
dan Fungsi
1.
Tugas
dan Fungsi Guru Kepala Sekolah
a. Kepala Sekolah
Selaku Pemimpin, mempunyai tugas:
1.
Menyusun perencanaan
2.
Mengorganisir kegiatan
3.
Mengarahkan kegiatan
4.
Mengkoordinir kegiatan
5.
Melaksanakan pengawasan
6.
Melakukan evaluasi setiap kegiatan
7.
Menentukan kebijaksanaan
8.
Mengadakan rapat
9.
Mengambil keputusan
10. Mengatur
proses belajar mengajar
11. Mengatur
administrasi :
a.
Kantor
b.
Siswa
c. Pegawai
d. Perlengkapan
e. Keuangan
12. Mengatur organisasi OSIS
13. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat
b. Kepala sekolah selaku administrator, mempunyai
tugas:
1.
Perencanaan
2.
Pengorganisasian
3.
Pengarahan
4.
Pengkoordinasian
5.
Pengawasan
6.
Kurikulum
7.
Kesiswaan
8.
Perkantoran
9.
Kepegawaian
10. Perlengkapan
11. Keuangan
12. Perpustakaan
c. Kepala sekolah sebagai
suvervisor mempunyai tugas suvervisor terhadap
:
1.
Kegiatan belajar mengajar
2.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan
3.
Kegiatan ko-kurikuler dan ekstra
kulikuler
4.
Kegiatan ketatausahaan
5.
Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan
dunia usaha
2.
Tugas dan fungsi guru Pendidikan Agama Islam
Adapun
tugas-tugas guru pendidikan agama islam yaitu:
1.
Guru PAI sebagai korektor (memberikan penilaian terhadap siswaa)
2.
Guru PAI sebagai inspirator (Sebagai
contoh)
3.
Guru PAI sebagai informatory
(Sebagai pemberi Informasi)
4.
Guru PAI sebagai Organisator
(Sebagai pengelola kegiatan)
5.
Guru PAI sebagai Inisiator (guru sebagai pencetus ide ide
kemajuan/kreatif dalam pendidikan
6.
Guru PAI sebagai Motivator
(hendaknya dapat mendorong siswa agar bergairah dan aktif dalam belajar )
7.
Guru PAI sebagai fasilitator (guru
hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkunkan kemudahan dalam
pembelajaran).
8.
Guru PAI sebagai pembimbing (peranan
guru sebagai pembimbing sangat penting
guna menjadikan anak didik sebagai manusia dewasa susila yang cakap).
9.
Guru PAI sebagai pengelola kelas
(pengelolaan kelas yang baik akan menunjang jalannya interaksi edukatif).
10.
Guru PAI sebagai Evaluator
3. Tugas dan fungsi guru
1. Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan
lengkap
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
3.Melakssanakan kegiatan penilaian
proses belajar, ulangan harian, ulangan umum dan UAS
4. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
5.Menyusun dan melaksanakan program
perbaikan dan pengayaan
6. Mengisi daftar nilai siswa
7. Melaksanakan kegiatan membimbing
kepada guru lain dalam proses pembelajaran
8. Membuat alat pelajaran/ alat
peraga
9. Mengikuti kegiatan pengembangan
dan pemasyarakatan kurikulum
10. Melaksanakan tugas tertentu di
sekolah
11. Mengadakan pengembangan program
pembelajaran
12. Membuat catatan tentang
kemajuan hasil belajar siswa
13.Mengisi dan meneliti daftar
hadir sebelum memulai pelajaran
14. Mengatur kebersihan ruang kelas
dan sekitarnya
15. Mengumpulkan dan menghitumg
angka kredit untuk kenaikan pangkat
E.
Uraian
Tugas
a. Menyiapkan
perangkat mengajar semester: Analisa program, Satuan Acara Pembelajaran dan
kisi-kisi berikut perangkat evaluasi.
b. Melaksanakan
administrasi siswa (daftar nilai, daftar hadir, dan daftar kemajuan siswa).
c. Melaksanakan
kegiatan belajar mengajar
1.
Guru
teori dan guru umum
a. Mempersiapkan
bahan ajar dan alat bantu.
b. Memasukkan
misi kejuruan pada mata pelajaran umum bagi guru umum.
c. Menerapkan
kompetensi kejuruan.
d.Mengisi
buku agenda kelas.
2. Guru praktek
a.
Menyiapkan pelajaran praktek: bahan dan
alat, ruangan, pembagian tugas.
b.
Melaksanakan KBM praktek, pengawasan,
proses dan penilaian hasil.
c.
Menyelesaikan pekerjaan praktek (
pembersihan dan penyimpanan alat, pembersihan ruangan ).
d.
Bertanggung jawab terhadap inventaris
alat dan perabot.
e.
Melaksanakan bimbingan profesi siswa.
d. Mengembangkan
alat bantu kegiatan belajar mengajar.
e. Membantu
melaksanakan kegiatan 7K.
3.
Tugas
lainnya
1. Membantu
Kepala Program dalam hal tertentu.
2. Dapat
diserahi tugas sebagai Wali Kelas, Unit Produksi, Program Magang, dan Bendahara.
F.
Personil
SD Negeri 19 Bengkulu Tengah memiliki 7
orang tenaga pendidik PNS,1
tenaga pendidik CPNS, 3 orang honorer. Berikut personil
pendidik dan tenaga kependidikan SD Negeri 19Bengkulu Tengah :
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
Status
|
|
1
|
Parwizan
|
Kepala Sekolah
|
PNS
|
|
2.
|
Marsiyem,S.pd
|
Guru Kelas
|
PNS
|
|
3.
|
Elsi Puryani,S.pd
|
Guru kelas
|
PNS
|
|
4.
|
Eti susanti,S.pd
|
Guru kelas
|
PNS
|
|
5.
|
Jori Arianto,S.pd
|
Guru kelas
|
PNS
|
|
6.
|
Afrizon Kanedi,S.pd
|
Guru kelas
|
PNS
|
|
7.
|
Yoki Yolando,A.ma
|
Guru Penjas
|
PNS
|
|
8.
|
Endah Permana sari,S.pdi
|
Guru PAI
|
CPNS
|
|
9
|
Desi Erisandi,S.pd
|
Guru
|
Honor
|
|
10
|
Ida Laila,S.pd
|
Guru
|
Honor
|
|
11.
|
Yumaida
|
Penjaga sekolah
|
Honor
|
BAB
III
KEGIATAN
DAN NILAI-NILAI DASAR
A.
Konsep
Nilai-nilai Dasar Profesi ASN (Aparatur Sipil Negara)
Sesuai dengan
Undang-Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negari Sipil dilaksanakan mengacu pada nilai-nilai dasar
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi
(ANEKA) sebagai prinsip yang menjadi landasandalam menjalankan profesi. Adapun
detail dari nilai-nilai yang terkandung dalam ANEKA adalah sebagai berikut,
1.
Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang
PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Nilai-nilai dasar yang
terdapat pada akuntabilitas, yaitu
1)
Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan
memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
2)
Transparansi
Tujuan dari adanya transparansi adalah :
a)
Mendorong
komunikasi yang lebih besar dan kerjasama antara kelompok internal dan
eksternal;
b)
Memberikan
perlindungan terhadap pengaruh yang tidak seharusnya dan korupsi dalam
pengambilan keputusan;
c)
Meningkatkan
akuntabilitas dalam keputusan-keputusan;
d)
Meningkatkan
kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan secara keseluruhan.
3)
Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk menjunjung
tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku, Undang-undang, kontrak,
kebijakan, dan peraturan yang berlaku. Dengan adanya integritas institusi,
dapat memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada publik dan/atau stakeholders.
4)
Tanggung jawab
(Responsibilitas)
Responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan memberikan
kewajiban bagi setiap individu dan lembaga, bahwa ada suatu konsekuensi dari
setiap tindakan yang telah dilakukan, karena adanya tuntutan untuk
bertanggungjawab atas keputusan yang telah dibuat. Responsibilitas terbagi
dalam responsibilitas perorangan dan responsibilitas institusi.
5)
Keadilan
Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas. Keadilan harus
dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan pada lingkungan organisasinya.
6)
Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini
yang akan melahirkan akuntabilitas.
7)
Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan
kapasitas.
8)
Kejelasan
Kejelasan juga merupakan salah satu elemen untuk menciptakan dan
mempertahankan akuntabilitas.
9)
Konsistensi
Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak konsisten dari
sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya akan memiliki konsekuensi terhadap
tercapainya lingkungan kerja yang tidak akuntabel, akibat melemahnya komitmen
dan kredibilitas anggota organisasi.
2.
Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.Nasionalisme Pancasila
adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan
tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai dasar yang
terdapat pada Nasionalisme, yaitu : 1) Keimanan, 2) Ketaqwaan, 3) Kedamaian, 4) Keberadaban, 5) Kesederhanaan, 6) Persatuan dan kesatuan, 7) Kesetaraan, 8) Kebijaksanaan, 9) Mufakat, 10) Keadilan, dan 11) Kesejahteraan
3.
Etika Publik
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
publik.Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang
ASN, yakni sebagai berikut:
1)
Memegang
teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2)
Setia dan
mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3)
Menjalankan
tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4)
Membuat
keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5)
Menciptakan
lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6)
Memelihara
dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7)
Mempertanggungjawabkan
tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8)
Memiliki
kemampuan dalam melaksanakan kebijakan danprogram pemerintah.
9)
Memberikan
layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna,
berhasil guna, dan santun.
10)
Mengutamakan
kepemimpinan berkualitas tinggi.
11)
Menghargai
komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12)
Mengutamakan
pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13)
Mendorong
kesetaraan dalam pekerjaan.
14)
Meningkatkan
efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
4.
Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain
yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang
apapun yang menjadi tanggung jawab PNS semua mesti dilaksanakan secara optimal
agar dapat memberi kepuasaan kepada stakeholder. Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar
komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu :
1)
Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan
target. Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang
telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
2)
Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil
tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efesiensi merupakan tingkat ketepatan
realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga
dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
3)
Inovasi
Inovasi pelayanan publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,
sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai
aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang
berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas
rutin.
4)
Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan
konsumen.
5.
Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi
sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah
karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang
lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Ada
sembilan indikator nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan,
yaitu:
1)
Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi
penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang
bisa menjadi pribadi yang berintegritas.
2)
Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat
kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan
lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu,
menderita, dan membutuhkan uluran tangan.
3)
Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi
tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain.
4)
Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan
konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan
selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya.
5)
Tanggung
Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa
keberadaan dirinya dimuka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi
kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang
dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan yang Maha Esa,
masyarakat, negara, dan bangsanya.
6)
Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil
kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya.
7)
Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari
kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa
berlebih-lebihan.
8)
Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk
menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak takut dimusuhi dan tidak
memiliki teman kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.
9)
Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia
terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan
lebih dari apa yang ia sudah upayakan.
B. Identifikasi Isu
Dalam
identifikasi isu ini, penulis menggunakan USG, berikut adalah uraiannya.
|
No
|
Isu
|
U
|
S
|
G
|
Jumlah
|
Peringkat
|
|
1
|
Kurangnya kemampuan siswa dalam
menghafal al-quran pada mata pelajaran PAI pada siswa kelas VI sd negeri 19
Benteng
|
4
|
4
|
5
|
13
|
2
|
|
2
|
Kurangnya kemampuan baca tulis siswa pada mata PAI pada materi pembelajaran mari
belajar Al-quran pada kelas V sd negeri 19 bengkulu tengah
|
4
|
3
|
3
|
10
|
3
|
|
3
|
Kurangnya Pemahaman siswa pada pembelajaran melaksanakan sholat pada
sd negeri 19 bengkulu tengah
|
5
|
5
|
5
|
15
|
1
|
Keterangan :
Urgency
(U) Seriousness
(S) Growth (G)
5: Sangat mendesak 5: Sangat serius 5: Sangat Berdampak
4: Mendesak 4: Serius 4:
Berdampak
3: Cukup Mendesak 3: Cukup Serius 3:
Cukup berdampak
2: Tidak mendesak 2: Tidak serius 2:
Tidak berdampak
1: Sangat tidak mendesak 1: Sangat tidak serius 1:Sangat tidak
berdampak
C.
Penetapan
Isu
Dalam
penetapan isu ini dilakukan untuk menyaring 3 permasalahan besar menjadi satu
isu perioritas yang akan diangkat menjadi permasalahan dalam aktualisasi ini.
Berdasarkan hasil analisis isu menggunakan alat analisisa USG di atas dapat
dilihat bagaimana kualitas isu yang ada. Isu yang mendapat rangking tertinggi
adalah isu final dan menjadi isu yang perlu dicarikan pemecahan masalahnya yaitu:”Kurangnya Pemahaman siswa Pada materi pembelajaran melaksanakan sholat
pada siswa sd negeri 19 bengkulu tengah”.
Yang
disebabkan oleh belum adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAI yang harusnya diperkuat dengan pemberian materi pembelajaran menyiapkan media
pembelajaran,Melaksanakan praktek sholat dalam pembelajaran, untuk
melihat masalah apa saja yang dihadapi oleh siswa sehingga Pembelajaran melaksanakan sholat belum
berjalan dengan baik, untuk menyelesaikan isu tersebut maka gagasan yang saya
ambil adalah Mengoptimalkan
pemahaman siswa dalam mata pelajaran PAI
pada materi pembelajaran melaksanakan sholat pada siswa kelas III sd negeri 19
benteng.
D.
Rancangan aktualisasi
Adapun
kegiatan yang saya lakukan SD N 19 Benteng yaitu :
1.
Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
PAI
a. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
1)
Konsultasi
dengan guru senior
2)
Melaporkan
RPP yang telah disusun kepada mentor
3)
Mencetak RPP
4)
Menyiapkan materi pembelajaran
5)
Menyiapkan media Pembelajaran
b. Nilai-nilai dasar
1) Etika publik (senyum,sapa
salam sopan dan santun)
Saya akan senantiasa bersikap senyum,sapa,salam,sopan dan santun
saat berkonsultasi mengenai penyusunan RPP kepada mentor
2) Nasionalisme (Mufakat)
Saat melaporkan RPP saya akan senantiasa bermufakat
dan bermusyawarah
3) Anti
Korupsi
(Mandiri)
Saat Mencetak RPP saya akan senantiasa mencetaknya
sendiri agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar
4) Akuntabilitas
(tanggung Jawab)
Dalam menyiapkan materi saya akan senantiasa menyiapkan
materi sesuai dengan materi pembelajaran melaksanakan sholat
5)
Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Pada saat proses pembelajaran saya akan senatiasa menyiapkan media
pembelajaran
c.
Kontribusi
terhadap pencapaian Visi Misi dan Peningkatan Nilai Organisasi
Dengan meyusun RPP akan membuat proses Pembelajaran menjadi terarah,
efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai
dengan tuntutan zaman yang sesuai dengan visi misi sekolah.
d.
Penguat
nilai organisasi
Dengan menyusun RPP dengan bertanggung jawab
perencanaan yang matang dapat meningkatkan mutu pendidikan
e. Analisis dampak
Dampak yang
timbul jika dalam penyusunan Rencana Pelaksana Layanan (RPP) tidak dilandasi dengan
nilai-nilai dasar, etika publik (sopan, hormat dan taat perintah), anti korupsi
(mandiri) akuntabilitas (tanggung jawab) dan komitmen mutu (inovasi) yaitu
dalam pelaksanaan proses
pembelajaran akan menjadi
tanpa
arah yang jelas.
2.
Melaksanakan pemberian materi pembelajaran
a.
Uraian
Pelaksanaan Kegiatan
1)
Kegiatan
pembuka pembelajaran
2)
Menyampaikan
materi tidak membedakan antara siswa
yang satu dengan yang lain
3)
Menyampaikan
materi kepada siswa haruslah menyenangkan dan sopan
4)
Dalam
menyampaikan materi harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
b. Nilai-nilai dasar
1) Nasionalisme
(Saling menghormati,ketaqwaan)
Dalam melakukan kegiatan awal pembelajaran saya akan
senantiasa mengajak siswa untuk mengucapkan salam,berdoa gunamembentuk karakter siswa untuk saling
menghormati.
2) Nasionalisme
(keadilan)
Dalam menyampaikan materi saya akan selalu berlaku adil
3)
Etika
public (sopan,menyenangkan)
Pada saat menyampaikan materi saya akan senantiasa sopan dan membuat
suasana yang menyenangkan
4)
Anti
Korupsi (Tepat Waktu)
Dalam menyampaikan materi saya akan senatiasa memanfaatkan waktu dengan
sebaik-baiknya.
c.
Kontribusi
terhadap pencapaian Visi Misi dan Peningkatan Nilai Organisasi
Dengan pemberian materi pembelajaran yang efektif,efisien dan
terarah maka akan mengoptimalkan prestasi belajar peserta didik sesuai dengan
visi dan misi no 1 2 3 sekolah
d.
Penguatan nilai organisasi
Dengan pemberian materi pembelajaran yang efektif,efisien,dan
terarah maka akan mengoptimalkan prestasi belajar peserta didik sesuai dengan
visi dan misi no 1 2 3 sekolah
e.
Analisis Dampak
Dampak yang timbul jika
dalam pemberian materi
pembelajaran tidak dilandasi dengan nilai-nilai dasar Nasionalisme, Etika
public dan anti korupsi maka materi yang
di berikan belum tentu dapat diterima oleh siswa
3.
Mempraktekkan pelaksanaan sholat pada siswa kelas
3 SDN
19 benteng
a.
Uraian
Pelaksanaan Kegiatan
1)
Melaksanakan
praktek sholat secara professional dan jelas
2)
Tidak
membeda-bedakan siswa dalam penyampaian praktek sholat
3)
Dalam
praktek sholat menggunakan bahasa yang
jelas dan menyenangkan
4)
Melaksanakan
praktek sholat dengan efektif dan sesuai dengan RPP yang telah di buat
b.
Nilai-nilai
dasar
1)
Etika public (professional)
Dalam melaksanakan praktek sholat saya akan senantiasa melaksanakan dengan professional dan jelas
2)
Akuntabilitas (Keadilan)
Dalam melaksanakan praktek sholat saya akan senatiasaa berlaku adil
3)
Etika public (jelas dan menyenangkan)
Dalam melaksanakan praktek sholat saya akan senantiasa menggunakan
bahasa yang jelas dan menyenangkan
4)
Komitmen mutu
Dalam melaksanakan praktek saya akan senantiasa efektif dan sesuai
dengan RPPyang telah di buat
c. Kontribusi terhadap pencapaian Visi
Misi dan Peningkatan Nilai Organisasi
Dengan melaksanakan praktek sholat yang baik dan benar maka akan menumbuhkan penghayatan dan pengalaman siswa
sesuai dengaan visi dan misi no 2 3 sekolah
d.
Penguat
nilai organisasi
Dengan melaksanakan praktek sholat
yang baik dan benar maka akan
menumbuhkan penghayatan dan pengalaman siswa sesuai dengan visi dan misi no 2 3
sekolah
e.
Analisis
dampak
Dalam mempraktekkan sholat apabila tidak berdasarkan nilai nilai dasar akuntabilitas, komitmen mutu dan etika
public maka praktek sholat ini tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya.
4.
Evaluasi
a.
Uraian
Pelaksanaan Kegiatan
i.
Membuat
soal
ii.
Melaksanakan
tes
iii.
Mengoreksi
hasil tes
iv.
Membagikan
Hasil tes
b.
Nilai-nilai
dasar
1)
Nasionalisme(Keadilan)
Dalam melaksanakan evaluasi saya akan senantiasa melaksanakan dengan
adil yaitu membuat soal sesuai dengan kemapuan siswa.
2)
Akuntabilitas
(Transparan)
Dalam melaksankan evaluasi
saya akan
senantiasa melaksanakan
nya dengan terbuka agar tidak terkesan
ditutup tutupi sehingga pada saat evauasi dilaksanakan secara transparan.
3) Anti
korupsi (Disiplin)
Pada saat evaluasi saya akan
Langsung mengoreksi hasil tes pada saat itu juga dengan menyuruh siswa
agarbergantian mengoreksi hasil tes temannya sehingga tidak membuang buang
waktu.
4) Akuntabilitas
(Transparan)
Dalam melaksanakan evaluasi saya akan senatiasa membagikan hasil tes
siswa agar hasil yang di capai siswa dapat dilihat oleh siswa tersebut secara
transparan.
c.
Kontribusi
terhadap pencapaian Visi Misi dan Peningkatan Nilai
Dengan
melaksanakan evaluasi
maka akan dikketahui kualitas siswa guna mengoptimalkan prestasi belajar siswa
sesuai dengan visi dan misi no 2 disekolah
d.
Penguatan Nilai Dasar
Dengan menlaksanakan evaluasi yang baik dan benar maka
akan menumbuhkan penghayatan dan pengalaman siswa sesuai dengan visi misi
sekolah
e.
Analisis
dampak
Dengan
melaksanakan evaluasi maka akan diketahui kualitas siswa guna mengoptimalkan prestasibelajar
siswa sesuai dengan visi dan misi no 2
disekolah.
E.
Rencana Pelaksanaan Aktualisasi
1.
Jadwal
kegiatan
Pelaksanaan
latihan dasar calon pegawai negeri sipil terbagi dalam dua tahap ON kampus dan
OFF kampus. Pada tahap ON kampus peserta latsar menerima materi nilai-nilai
dasar ANEKA, dan tahap OFF kampus peserta diklat kembali ke SKPD atau instansi
masing-masing untuk melakukan aktualisasi nilai-nilai ANEKA yang dilaksanakan 24 oktober – 4 desember 2019 adapun rangkaian pelaksanaan kegiatan
aktualisasi tersebut disusun dalam Tabel 4.
Tabel
3.Jadwal Kegiatan Aktualisai
|
No
|
Kegiatan
|
Waktu Pelaksanaan
|
|
1
|
Menyusun Rencana Pembelajaran (RPP)
|
30 oktober 2019
s/d 4 november 2019
|
|
2
|
Melaksanakan pemberian materi pembelajaran dengan
materi melaksankan sholat
|
7 November s/d
13 November 2019
|
|
3
|
Pelaksanaan praktek sholat
|
18 November s/d 21 November 2019
|
|
4
|
Melaksanakan Evaluasi
|
25 November s/d 30 November 2019
|
|
|
|
|
|
22
|
|
No
|
Kegiatan
|
Oktober
|
November
|
Desember
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
|||
|
1
|
Menyusun Rencana
Pembelajaran (RPP)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Melaksanakan
pemberian materi pembelajaran materi melaksankan sholat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Pelaksanaan praktek
pembelajaran melaksanakan sholat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Melaksanakan
Evaluasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
23
|
2.
Jadwal
Konsultasi
Tabel 5.
|
NamaPeserta Diklat
|
Endah Permana Sari S.Pd.I
|
|||
|
Instansi
|
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah
|
|||
|
Tempat Aktualisasi
|
SDN 19 Bengkulu Tengah
|
|||
|
Mentor
|
Parwizan
|
|||
|
No
|
Tanggal/Waktu
|
Kegiatan
|
Output
|
Paraf
|
|
1
|
15 Oktober 2019
|
Melaksanakan konsultasi dengan mentor mengenai rancangan aktualisasi
|
Melanjutkan kegiatan Aktualisasi
|
|
Tabel
6.
|
Namapeserta diklat
|
Endah Permana Sari S.Pd.I
|
|||
|
Instansi
|
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah
|
|||
|
Tempat Aktualisasi
|
SD Negeri 19 Bengkulu Tengah
|
|||
|
Pembimbing
|
Ir.Syamsul Bari Nasution
|
|||
|
No
|
Tanggal/Waktu
|
Kegiatan
|
Output
|
Paraf
|
|
1
|
18 Oktober 2019
|
Penjelasan menyeluruh mengenai isu aktualisasi
|
Melanjutkan kegiaatan Aktualisasi
|
|
|
21
|
21 Oktober 2019
|
Konsultasi Rab rancangan aktualisasi
|
Aktualisasi dan perbaikan laporan rancangan
|
|
|
24
|
|
Nama
Peserta
|
Endah Permana Sari S.pdi
|
|||
|
Instansi
|
SD Negeri 19 Bengkulu
Tengah
|
|||
|
Tempat
Aktualisasi
|
SD Negeri 19 Bengkulu
Tengah
|
|||
|
No
|
Tanggal Konsultasi
|
Kegiatan
|
Catatan bimbingan dan
tindak lanjut
|
Paraf
Mentor
|
|
1
|
15 Oktober 2019
|
Melaksanakan konsultasi dengan mentor mengenai rancangan aktualisasi
|
Melanjutkan kegiatan Aktualisasi
|
|
|
2
|
28 Oktober 2019
|
Konsultasi dengan mentor pada kegiatan cara
penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
|
Melanjutkan membuat RPP samapi dengan selesai
|
|
|
3
|
5 November 2019
|
Melaporkan
rencana pembelajaran yang telah disusun kepada mentor
|
Lanjutkan pembelajaran
|
|
|
4
|
11 November 2019
|
Konsultasi
tentang Media apa saja yang harus disiapkan dalam pembelajaran
|
Media yang harus di siapkan poster poster cara dan bacaan sholat
|
|
|
5
|
18 November 2019
|
Konsultasi dengan mentor dalam membuat soal evaluasi pembelajaran
|
Melanjutkan pembutan soal soal evaluasi
|
|
|
6
|
25 November 2019
|
Bimbingan Laporan Akhir
|
Masukan dan Perbaikan
Deskripsi tata tulis laporan
|
|
|
7
|
29 november 2019
|
Bimbingan Laporan akhir
|
Masukan Perbaikan dan
persetujuan Kepala Sekolah
|
|
|
25
|
|
Nama
Peserta
|
ENDAH PERMANA SARI S.pd.I
|
|||||
|
Instansi
|
SDN 19 Bengkulu Tengah
|
|||||
|
Tempat
Aktualisasi
|
SDN 19 Bengkulu Tengah
|
|||||
|
No
|
Tanggal Konsultasi
|
Kegiatan
|
Catatan bimbingan dan
tindak lanjut
|
Telp/WA/
Langsung
|
Paraf
Coach
|
|
|
1
|
18 Oktober 2019
|
Penjelasan menyeluruh mengenai isu aktualisasi
|
Melanjutkan kegiaatan Aktualisasi
|
|
|
|
|
2
|
21 Oktober 2019
|
Konsultasi Rab rancangan aktualisasi
|
Aktualisasi dan perbaikan laporan rancangan
|
|
|
|
|
3
|
Kamis 24 oktober 2019
|
Komunikasi sebelum
Melaksanakan Aktualisasi
|
Memberikan Saran Untuk
Menjalankan Aktualisasi dengan Baik dan Maksimal
|
|
|
|
|
4
|
Senin,25 november 2019
|
Komunikasi Melalui Grup WA
Mengenai Penyususnan Laporan Akhir aktualisasi supaya menjdi lengkapdan baik
|
Koreksi Surat pernyataan
harus sesuai dengan jumlah kegiatan yg telah direncanakan
|
|
|
|
|
5
|
Jumat 29 november 2019
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Kamis,6 Desember 2019
|
Bimbingan Langsung
Pra-Evaluasi Aktualisasi
|
Persetujuan Coach Untuk
Diseminarkan
|
|
|
|
3. Antisipasi
Menghadapi Kendala Aktualisasi
Kendala yang
mungkin terjadi saat aktualisasi yaitu keterbatasan
waktu dalam melakukan kegiatan, untuk mengatasipasi kendala tersebut yaitu
perlunya memanfaatkan waktu sebaik – baiknya
dengan pengaturan kegiatan yang baik
melalui koordinasi kepada kepala sekolah dan menyelesaikan kegiatan yang
belum diselesaikan di luar jam kerja.
|
27
|
BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI
A. Rangkaian Pelaksanaan Kegiatan dan Jadwal
Implementasi
Berdasarkan rancangan
aktualisasi sebelumnya telah dipaparkan
mengenai rancangan kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan
aktualisasi dan habituasi
nilai-nilai dasar profesi ASN sebagai tenaga pendidik/guru di SD Negeri 19 Bengkulu Tengah. Tujuan
aktualisasi ini secara umum untuk mengoptimalkan
pelaksanaan kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 19
BengkuluTengah agar kegiatan pembelajaran di kelas lebih optimal, tidak
main-main, dan pembelajaran lebih terarah. Serta peserta didik memahami serta
memilki karakter yang baik dalam masyarakat salah satunya melalui kegiatan
belajar Pendidikan Agama Islam dengan
menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Penerapan nilai dasar ini
diharapkan mampu merubah perilaku/akhlak kebiasaan yang kurang baik dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari terkhusus dalam kegiatan belajar mengajar dilingkungan sekolah untuk menjadi
lebih baik.
Adapun pelaksanaan rangkaian
kegiatan serta jadwal impelementasi dalam aktualisasi nilai-nilai-dasar profesi ASN antara lain
sebagaimana tercantum dalam tabel
berikut.
Tabel 4.1 Jadwal Implementasi
Kegiatan Aktualisasi
|
NO
|
Kegiatan
|
Tanggal Implementasi
|
|
1
|
Menyiapkan perangkat pembelajaran
|
28,29,30,31
oktober dan 1,2 november 2019
|
|
2
|
Melaksanakan pemberian materi pembelajaran dengan materi melaksankan
sholat
|
4,5,6,7,8,9 November
2019
|
|
3
|
Melaksanakan praktek sholat
|
11,12,13,14,15,16
November 2019
|
|
4
|
Melakukan Evaluasi pembelajaran
|
18,19,20,21,22,23
November 2019
|
|
5
|
Remedial Praktek Melaksanakan Sholat
|
25,26,27,28,29,30
November 2019
|
|
28
|
B.
Capaian Kegiatan
Capaian kegiatan
merupakan hasil dari realisasi rancangan aktualisasi yang telah dibuat
berdasarkan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam rancangan kegiatan yang disusun dan telah
diterapkan, kegiatan ini mamapu
terlaksana dengan baik dan sesuai dengan
waktu yang telah di tetapkan yaitu
dari tanggal 24
November
2019 – 04 Desember
2019, hal ini terlaksana dengan baik
atas dukungan dan bimbingan para mentor maupun coach
yang selalu ikhlas membantu dalam memaksimalkan sikap spiritual dan sosial dengan model
pembelajaran yang tepat sehingga
kegiatan ini berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.
Adapun kegiatan yang
telah dirumuskan pada laporan aktualisasi ini memuat empat kegiatan besar yang mana setiap kegaitan
memiliki penjabaran secara rinci, keempat kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan
perangkat pembelajaran
a.
Deskripsi Kegiatan
a.1
Konsultasi dengan guru
senior
Menyiapkan Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP) adalah kegiatan dimana
saya membuat rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk
satu pertemuan atau lebih. membuat RPP untuk digunakan sebagai acuan dalam
mengajar di kelas agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, dan terarah. Kegiatan yang saya lakukan adalah
berkonsultasi dengan guru senior di sekolah dengan sopan dan santun. Kegiatan
ini dilaksanakan agar mendapatkan RPP yang baik dan tepat, berdasarkan
pengalaman mereka dalam mengajar di kelas. Dalam berkonsultasi dengan guru
senior dibutuhkan nilai-nilai dasar profesi seperti Etika Publik, yaitu
berkonsultasi dengan sopan santun (etika luhur) agar terjalin komunikasi yang
baik dan sesuai dengan nilai dasar ASN (ANEKA).
a.2
Menentukan model dan
media pembelajaran
|
29
|
a.3 Menyiapkan Materi
pembelajaran
Pada kegiatan ini saya menyiapkan materi pebelajaran, dalam
menyiapkan materi pembelajaran ini saya akan membuatnya atau menyiapkan nya
sesuai dengan materi melaksanakan sholat.Nilai nilai dasar yang dapat diambil
dalam melaksanakan kegiatan ini adalah akuntabilitas yang lebih menekankan kepada
tanggung jawab saya dalam menyusun materi harus sesuai dengan materi yang akan
saya sampaikan.
a.4 Mencetak Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pada kegiatan ini saya mencetak
RPP sebagai acuan mengajar. Saya laksanakan sebelum hari pembelajaran di kelas
dimulai. Pada saat saya mencetak RPP, saya telah mencetak dengan menggunakan
kertas sehematnya. Dengan menggunakan kertas sehematnya, maka nilai dasar yang dapat diambil dalam melaksanakan
kegiatan ini yaitu Anti Korupsi yang lebih
berpedoman pada sederhana, dan kegiatan
yang saya lakukan ini terjadi kesederhanaan dalam mencetak RPP sesuai dengan nilai dasar
ASN (ANEKA)
a.5 Melaporkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ke kepala sekolah
|
30
|
b. Capaian Kegiatan
b.1
Konsultasi dengan guru senior
Saya telah menyiapkan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) dengan
senantiasa berkonsultasi dengan guru senior yang ada di sekolah dengan sopan
dan santun. Agar mendapatkan RPP yang
baik dan tepat, berdasarkan pengalaman mereka dalam pelaksanaan pembelajaran di
kelas. Karena dengan berkonsultasi yang sopan dan santun, akan
terciptanya komunikasi yang baik dan akan memudahkan dalam menyerap pengalaman
mereka dalam mengajar. Sehingga menambah pengetahuan dan pemahaman dalam
menyusun RPP.
b.2
Menentukan model dan media pembelajaran
Saya telah menentukan model dan media
pembelajaran untuk digunakan pada pertemuan tatap muka atau kegiatan
pembelajaran di kelas nantinya, dengan memperhatikan keefektifan model dan
media pembelajaran tersebut yang kaitannya dengan materi pembelajaran yang akan
diajarkan. Karena dengan memperhatikan keefektifan model dan media pembelajaran
tersebut, maka akan tercipta model dan media pembelajaran yang sesuai sesuai dengan materi. Sehingga pembelajaran lebih menarik dan memudahkan
peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran.
b.3 Menyiapkan Materi Pembelajaran
Saya telah menyiapkan materi pembelajaran untuk saya sampaikan pada saat
tatap muka kepada siswa
dengan memperhatikan materi yang
disampaikan harus sesuai dengan melaksanakan sholat tersebut. Karena dengan keseuaian materi dengan tema
melaksanakan sholat sehingga pembelajaran akan lebih terarah dan sesuai dengan
tujuan.
|
31
|
b.4 Mencetak Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Saya telah mencetak rencana pelaksanaaan pembelajaran yang akan digunakan
sebagai acuan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam proses pencetakan
saya menggunakan kertas sehematnya agar tidak terjadi pemborosan terhadap
biaya. Sehingga terciptanya perilaku hidup sederhana.
b.5 Melaporkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ke kepala sekolah
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sudah saya cetak kemudian
saya laporkan/serahkan ke Kepala Sekolah. Dalam melaporkan RPP saya laporkan
dengan apa adanya agar terkesan transparan dan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Sehingga kepala sekolah dapat mengetahuan setiap kegiatan yang akan di lakukan
di kelas nantinya pada saat proses kegiatan pembelajaran. Kemudian kepala
sekolah juga dapat memberi masukan terhadap kegiatan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
c. Nilai-Nilai Dasar Yang Relevan
c.1 Konsultasi dengan guru
senior
Etika
Publik (Sopan
santun),
melakukan konsultasi dengan
guru senior yang ada di sekolah. Pada tahapan ini saya telah melaksanakan
diskusi yang baik dengan guru senior yang ada di sekolah, dengan menggunakan
bahasa yang santun dan berperilaku sopan serta menerima masukan dengan lapang
dada.
c.2
Menentukan model dan media pembelajaran
Komitmen Mutu
(Efektif), menentukan model dan media pembelajaran yang sesuai
dengan materi pembelajaran yang akan di ajarkan di kelas. Pada tahapan ini saya
telah melihat seberapa sesuai (efektif) model dan media pembelajaran yang telah
saya tentukan. Dengan melihat materi apa yang akan di ajarkan dan model dan
media pembelajaran yang akan digunakan. Agar tujuan pembelajaran dapat
tercapai.
|
32
|
c.3 Menyiapkan Materi
pembelajaran
Akuntabilitas (tanggung Jawab), dalam menyiapkan
materi pembelajaran saya akan menyiapkan nya dengan penuh tanggung jawab yaitu
dengan membuat materi dengan sebaik baiknya dan sebenar benarnya sesuai dengan
tema yang akan di ajarkan yaitumelaksanakan sholat sehingga didalam proses
pembelajaran tidak akan terjadi kekeliruan dalam penyampaian materi. Agar
tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai.
c.4 Mencetak Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Anti
korupsi (Sederhana),
mencetak Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan sebagai acuan pada saat kegiatan
pembelajaran di kelas nantinya. Pada tahap ini saya telah mencetak Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan kertas sehematnya. Agar tidak
terjadi pemborosan dan menerapkan hidup sederhana.
c.5 Melaporkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ke kepala sekolah
Akuntabilitas (Transparan), melaporkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan sebagai acuan pada saat
kegiatan pembelajaran di kelas nantinya. Pada tahap ini saya telah melaporkan
dan menyerahkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan apa adanya. Agar
kepala sekolah mengetahui kegiatan pembelajaran di kelas yang akan dilakukan
dan memberi masukan.
d. Manfaat Nilai Dasar
Bagi Stakeholder Terkait
Manfaat nilai dasar bagi stakeholder yang terkait
yaitu: terwujudnya pembuatan perangkat pembelajaran yang baik yang akan
digunakan pada pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan terjadinya hubungan baik antara pelaksana dengan atasan dan guru yang ada di sekolah. sehinggga terjalin komunikasi yang baik
demi memujudkan sekolah yang berkualitas.
|
33
|
e.Manfaat Aktuakisasi Terhadap Pencapaian Visi dan Misi
Organisasi
Dalam melaksanakan aktualisasi menyiapkan perangkat pembelajaran dapat memberikan manfaat bagi visi misi organisasi yang ingin dicapai yaitu menumbuhkan sikap professional pada guru dan
meningkatan pembelajaran yang baik di kelas, serta terjalin komunikasi yang baik antar guru di sekolah.
f.
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai Organisasi
Kontribusi
terhadap nilai organisasi dengan mengaktualisasikan nilai etika publik (sopan)
yaitu pada saat berkonsultasi dengan guru senior mendiskusikan tentang pembuatan RPP dengan sopan yang diharapkan dapat
menguatkan nilai profesionalisme.
g. Dampak Bila Aktualisasi Tanpa Didasari Nilai Dasar Profesi PNS
Bila kegiatan ini tidak dilaksanakan dengan berlandaskan kepada
nilai dasar PNS maka akan menghambat kegiatan proses belajar mengajar yang terencana. Sehingga proses pembelajaran akan menjadi tak terarah dan terkesan main-main. Sebab apabila kegiatan belajar tidak terarah, akibatnya siswa kesulitan menerima
pengetahuan dan tidak akan terwujudnya pelaksanaan pembelajaran yang optimal.
2. Melaksanakan Pemberian Materi Pembelajaran
a.
Deskripsi kegiatan
a.1.
Kegiatan Pembuka Dalam Pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran biasanya didahului dengan kegiatan pembuka.
Dalam kegiatan pembuka ini biasa didahului dengan Ucapan salam guru pada saat
masuk kelas, doa bersama,ucapan salam dari siswa kepada guru dan guru
mengabsensi kehadiran siswa. Sehingga dalam proses pembelajaran akan
terciptanya suasana yang harmonis antar guru dengan siswa,Sikap sopan santun
antara murid kpada gurunya sikap saling Menghormati antara siswa dan guru
yang sesuai dengan nilai nilai dasar
Nasionalisme( saling menghormati dan ketaqwaan) dan etika public (sopan
santun).
|
34
|
a.2.
Menyampaikan Materi
Tidak Membedakan Antara Siswa yang Satu dengan Yang Lain.
Dalam proses pembelajaran saya
tidak akan membedakan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain saya
tidak akan mengelompok ngelompokkan antara siswa yang satu dengan yang lain.
Tidak akan mengelompokkan siswa yang pintar dengan yang pintar dan yang siswa
yang kurang dengan yang kurang paham yang seolah olah membuat siswa jadi
dibedakan.dalam menyampaikan materi saya akaan menjelaskan dan menerapkan
dengan sebaik baiknya sehingga siswa memahaminya.Yang sesuai dengan nilai-nilai dasar profesi seperti Nasionalisme (Keadilan), yaitu
memberikan perubahan (inovatif) agar pembelajaran lebih menarik sesuai dengan
nilai dasar ASN (ANEKA).
a.3.
Menyampaikan Materi Kepada Siswa Haruslah Menyenangkan
dan Sopan
Pada kegiatan ini saya
menyampaikan materi kepada siswa, dalam kegiatan penyampaian materi ini saya
akan senantiasa menyampaikan nya dengan sopan dan santun kepada anak-anak tidak
dengan marah-marah dan dalam kegiatannya saya akan menciptakan suasana yang
sebaik-baiknya sehingga terbentuklah suasana yang yang menyenangkan dalam
proses pembelajaran. Dengan suasana yang
seperti ini maka sesuai dengan nilai nilai dasar ASN ( ANEKA) yaitu Etika
Publik (menyenangkan) yaitu Dalam menyampaikan materi haruslah dengan
sopan santun dan menciptakan Susana yang menyenangkan.
a.4 Dalam Menyampaikan Materi Harus Memanfaatkan
Waktu Dengan
Sebaik-Baiknya
Dalam
Menyampaikan Materi ini saya akan
menyampaikan nya dengan memanfatakan waktu dengan sebaik-baiknya tidak
mengulur- ngulur waktu misalnya dengan bertele- tele menyampaikan materi yang
seharusnya selesai dalam waktu 2 jam tetapi karena mengulur-ulur waktu maka
selesai dalam waktu 4 jam.
|
35
|
b.
Capaian Kegiatan
b.1 Kegiatan
pembuka pembelajaran
Dalam
menyampaikan materi pembelajaran saya telah melaksanakan kegiatan pembuka
dalamproses pembelajaran. Dan saya telah melaksanakan tahap demi tahap didalam
kegiatan pembuka tersebut, seperti: berdoa bersama,mengabsensi siswa bahkan
mengajak siswa untuk bernyanyiterlebih dahulu guna meningkatkan semangat siswa
dalam belajar.
b.2 Dalam
menyampikan materi tidak membeda bedakan antara siswa yang satu dengan yang
lain
Saya telah melaksanakan pmberian materi kepada siswa dengan tidak
membeda-bedakan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.Saya tidak
memberikan perhatian yang lebih kepada satu siswa saja atau sekelompok siswa
saja, tetapi saya menyampaikan materi dengan sebaik-baiknya sehingga semua
siswa dapat paham dengan apa yang saya
sampaikan.
b.3.
Menyampaikan Materi Kepada Siswa haruslah Menyenangkan Dan Sopan
Saya telah
menyampaikan materi kepada siswa dengan sikap yang sangat baik dengan bahasa
yang sopan santun,suara yang lantang tapi tidak berkesan marah kepada
siswa,selain itu juga dalam menyampaikan materi saya menciptakan Suasana yang
menyenangkan bahkan disela sela pembelajaran saya ajak anak untuk bernyanyi
sehingga anak anak merasa senang dan dapat membangkitkan kembali semangat
belajar anak.
b.4. Dalam Menyampaikan Materi Harus
Memanfaatkan waktu Dengan
Sebaik-baiknya.
Saya telah menyampaikan materi kepada siswa
dengan memanfaatkan waktu dengan sebaaik-baiknya tidak kurang dan tidak lebih
dari jadwal pembelajaran yang telah ada.
|
36
|
c.
Nilai-Nilai Dasar yang Relevan
c.1. Kegiatan Pembuka Pembelajaran
Nasionalisme
(Saling
Menghormati,Ketaqwaaan), Kegiatan pembuka dalam pembelajaran merupakan salah
satu hal yang sangat penting. Didalam kegiatan ini terdiri atas kegiatan
berdoa,memberikan salam antara siswa dan guru dan kegiatan mengabsensi
siswa yang mana dalam kegiatan ini ada
interaksi yang baik antara guru dan siswa atau timbal balik antara guru dengan
siswanya.
c.2 Menyampaikan
Materi Tidak Membedakan Antara Siswa Yang Satu Dengan Yang Lain
Nasionalisme
( Keadilan)
, Dalam Menyampaikan Materi
Kepada siswa saya senantiasa untuk menyamapaikan kepada seluruh siswa,saya
tidak akan membedakan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain,saya tidak
akan mengelompokkan siswa mana yang lebih pintar dan kelompok mana yang kurang
pintar.saya akan berlaku adildalam menyampaikan materi sehingga semua dapat
memahami tentang apa yang saya sampaikan.
c.3 Menyampaikan Materi Kepada Siswa Haruslah Menyenangkan Dan Sopan
Etika Publik (Menyenangkan dan sopan), Menyampaikan materi kepada siswa haruslah menyenangkan
dan sopan, dengan cara penyampaian yang sopan dan santun kepada anak maka anak
tidak akan merasa tegang atau cemas dalam menerima materi selain itu menciptakan susasana yang menyenangkan juga bertujuan agar
dapat membangkitkan semangat belajar siswa.
c.4 Dalam
Menyampaikan Materi Harus Memanfaatkan Waktu Dengan Sebaik-baiknya.
|
37
|
d.
Manfaat Nilai dasar Bagi Stakeholder Terkait
Dalam melaksankan pemberian materi atau dalam
menyampaikan materi pelajaran apabila tidak dilandasi dengan nilai nilai
Nasionalisme,Etika Publik,dan anti korupsi maka materi yang diberikan belum
tentu dapat diterima dengan baikoleh siswa.
e. Manfaat Aktuakisasi Terhadap Pencapaian
Visi dan Misi Organisasi
Dalam melaksanakan aktualisasi melakukan pemberian atau penyampaian materi
kepada siswa dapat memberikan
manfaat bagi visi misi organisasi yang ingin dicapai yaitu sesuai dengan Visi Misi sekolah
pada no 1 2 3.
f.
Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Organisasi
Keterkaitan terhadap nilai
organisasi dengan mengaktualisasikan nilai nilai dasar nasionalisme,etika public
dan anti korupsi maka akan meng0ptimalkan hasil belajar siswa
g. Dampak Bila Aktualisasi Tanpa Didasari Nilai Dasar Profesi PNS
Bila
kegiatan ini tidak dilaksanakan dengan berlandaskan kepada nilai dasar PNS maka
tidak akan mendapatakan hasil yang
optimal.Dalam penyampaian matei haruslah terdapat nilai nilai ini karena dengan
nilai ini maka akan menciptakan suasana dan tibal balik yang baik antara siswa
dengan guru sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh
siswa.
3.
Melaksanakan Praktek Solat
a.
Deskripsi Kegiatan
a.1 Melaksankan
praktek sholat secara professional dan jelas
|
38
|
a.2 Tidak
Membeda-bedakan Siswa Dalam Penyampaian Praktek Sholat
Dalam kegiatan
praktek sholat hendaklah penyampaian praktek sholat ini sampai kepada semua
siswa seluruhnya.Kita sebagai guruhendaklah untuk tidak mengelompokkan siswa
atau tidak membeda-bedakan antara siswa yang satu dengan yang lain,Kita tidak
boleh lebih memperhatikan mana siswa
yang cepat faham dibandingkan siswa yang kurang focus terhadap praktek
yang kita berikan.Penyampaian materi hendaklah dapat difahami oleh semua siswa
dengan mengatur posisi kita sebaik-baiknya agar semua dapat memperhatikan apa
yang kita praktekkan yang tujuan nya adalah agar semua siswa dapat memahami dan
juga melaksankan kembali praktek sholat yang kita sampaikan.
a.3 Dalam Melaksanakan Praktek Sholat Harus
Jelas Dan Menyenangkan
Dalam
melaksanakan praktek sholat hendaklah menciptakan susasana yang menyenangkan
agar siswa merasa bahagia dan senang dalam menerima apa yang kita berikan.kita
sebagai guru harus berusaha mengajak siswa agar semangat nya bangkit untuk
dapat bersama sama melaksankan praktek sholat yang akan kita ajarkan.Selain itu
juga bahasa yang kita gunakan atau saat kita melafazkan bacaan sholat itu
haruslah jelas sehingga siswa mudah menangkap apa yang kita lafazkan.sehingga
tujuan kita tercapai yaitu agar siswa faham tentang praktek sholat, baik itu
gerakan maupun bacaan sholatnya.
a.4 Melaksanakan praktek sholat dengan efektif
|
39
|
b.
Capaian Kegiatan
b.1. Melaksanakan Praktek sholat Secara
Proffesional dan Jelas
Pada saat
melaksanakan praktek sholat saya telah
melaksanakan nya dengan professional artinya sya telah menaampaikan cara cara
prakteksholat dan bacaannya sesuai
dengan keahlian saya sebagai guru Agama.saya dapat menjelaskan bagaimana gerak gerik cara sholat yang
benar,bagaimana seharusnya padangan mata kita ketika melaksanakan sholat,letak
kaki yang benar dan juga bacaan sholat yang sesuai dengan tuntunan sholat yang
telah ada. Yang mana sesuai dengan penerapan
nilai nilai dasar ASN Yaitu Etika
public (professional).
b.2
Tidak Membeda-bedakan Siswa Dalam Penyampaian Praktek Sholat
Dalam
penyampaian praktek sholat saya telah menyampaikan materinya secara adil saya
tidak membedakan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Saya tidak
memperhatikan satu siswas saja atau sekelompok siswa saja yang saya anggap
mudah faham atau yang saya anggap lebih focus perhatian nya kepada saya.Dalam
menyampaikan praktek sholat ini saya Buat posisis anaka sedemikian rupa
sehingga semua siswa dapat memperhatikan dan fokuskepada apa yangsaya
praktekkan.
b.3
Dalam Melaksanakan Praktek Sholat Haruslah menggunakan Bahasa yang Jelas Dan
Menyenangkan
|
40
|
b.4 Melaksanakan Penyampaian Praktek Sholat
dengan Efektif
Dalam Melaksanakan Cara Mempraktekkan Sholat saya melaksanakan nya dengan
seefektif mungkin.Saya Telah Memperjelas bahasadan gerak-gerik tubuhsaya
sejelas-jelasnya agar siswa dapat dengan cepat untuk memahami apa yang saya
sampaikan.saya telah melafazkan bacaan sholat dengan sebaik – baiknya agar
siswa jugadapat melafazkan bacaan sholat dengan benar sesuai dengan tuntunan
sholat yang kami pelajari.
c.
Nilai-Nilai Dasar yang Relevan
c.1
Melaksanakan Praktek Sholat secara professional dan Jelas
Etika Publik: (
Proffesional), ketika Melaksanakan kegiatan praktek sholat dalam penyampaian
nya saya menjelaskan dengan sebaik- baiknya sesuai dengan kemampuan saya
sebagai guru untuk mengajarkan bagaimana tata cara melaksanakan sholat baik
dari segi bacaannya maupun gerak-gerik sholat itu sendiri.
c.2 Tidak
Membeda-bedakan siswa satu Dengan Yang Lain dalam Penyampaian Praktek Sholat
Akuntabilitas (Keadilan) , Pada kegiatan mempraktekkan sholat sangat dibutuhkan
sikap keadilan dimana kita tidak membedakan antara satu siswa dengan siswa yang
lain. Kita harus menyampaikan cara mempraktekkan sholat ini kepada semua siswa.
Bagaimana cara kitasebagai guru agar siswa dapat memperhatikan dan focus kepada
kita pada saat menyampaikan cara mempraktekkan sholat
|
41
|
c.3
Dalam Melaksanakan Praktek Sholat Harus MenggunakanBahasa Yang Jelas dan Menyenangkan.
Etika Publik (sopan santun,menyenangkan),Pada saat menyampaikan cara mempraktekkan sholat
haruslah menggunakan bahasa yang jelas.yaitu bahsa kita harus keras atau
kencang dan tata cara kita melafazkan bacaan sholat itujuga harus jelas agar
mudah untuk difahami oleh siswa selain itu juga kita harus dapat menciptakan
suasana yang menyenangkan agar dalam proses belajar ini anaktidak cepat bosan.
c.4 Melaksankan
Praktek Sholat dengan Efektif
Komitmen mutu (efektif) , Dalam memyampaikan cara praktek sholat hendaklah
dilakukan dengan cara yang seefektif mungkin bagaomana cara kita agar siswa
dapat dengan mudah untuk memahami gerakan dan melafazkan bacaan sholat ketika
dia mempraktekkan sholat.
d.
Manfaat Nilai dasar Bagi Stakeholder Terkait
Melaksankan
atau mempraktekkan sholat dengan baik dan benar maka akan menumbuhkan
penghayatan dan pengalaman siswa dalam melaksanakan praktek sholat sesuai
dengan Visi dan Misi No 2,3 di sekolah
e.
Manfaat Aktualisasi Terhadap Pencapain Visi Misi Organisasi
Manfaat
pada tahap kegiatan ini terhadap visi misi organisasi yaitu terwujudnya peserta didik yang
berakhlak dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan kurikulum 2013 yang berpusat
pada pendidikan karakter.
f.
Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Organisasi
Keterkaitan terhadap nilai organisasi dengan mengaktualisasikan nilai Akuntabilitas yaitu pembelajaran yang sesuai dengan
rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sehingga pembelajaran di kelas
terarah dan terwujud pembelajaran yang berintegritas.
|
42
|
g. Dampak Bila Aktualisasi Tanpa Didasari Nilai Dasar Profesi PNS
Bila
kegiatan ini tidak dilaksanakan dengan berlandaskan kepada nilai dasar PNS maka
akan terjadi pembelajaran
yang tak terarah dan mengambang. Sehingga tidak mencapai hasil pembelajaran yang
diharapkan. Dan pembelajaranpun terkesan sia-sia.
4. Melakukan Evaluasi
pembelajaran
a. Deskripsi Kegiatan
a.1 Membuat
soal
Kegiatan ini
saya
terapkan setiap selesai
beberapa bab pelajaran. Saya membuat soal untuk ulangan harian dan soal diambil
dari beberapa materi yang telah diajarkan. Soal yang saya buat pun tidak
memaksakan kehendak saya sebagai guru dengan membuat soal yang terlalu rumit,
namun masih melihat kemampuan siswa. Agar soal yang saya buat selalu
berdasarkan kemampuan peserta didik. Sehingga
terlaksananya penerapan nilai-nilai
dasar profesi ASN seperti Nasionalisme : sila ke 5
Yaitu Keadilan. Dengan membuat soal sesuai kemampuan siswa.
a.2 Melaksanakan tes
Setelah saya
membuat soal untuk ulangan harian, saya mengadakan ulangan harian bagi peserta
didik. Pada
kegiatan ini saya mengadakan
ulangan secara terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi atau ujian secara rahasia,
dan soalnya pun sama antar siswa satu sama lain. Sehingga saya telah menerapkan
nilai dasar profesi ASN seperti Akuntabilitas. Yaitu transparan dalam
mengadakan tes, dan pada hal ini adalah ulangan harian secara terbuka.
a.3 Mengoreksi hasil tes
|
43
|
a.4 Membagikan hasil tes
Kegiatan yang saya lakukan selanjutnya
adalah memberikan hasil ulangan harian kepada peserta didik yang bersangkutan. Pembagian
hasil tes pun saya lakukan di depan seluruh peserta didik yang telah
melaksanakan ulangan harian. Agar pembagian hasil ulangan harian pun dapat
secara terbuka dan diketahui seluruhnya. Sehingga saya telah menerapkan nilai dasar profesi ASN
seperti Akuntabilitas. Yaitu transparan dalam membagikan hasil tes tanpa ada
yang ditutupi dan seluruh siswa dapat mengetahui hasilnya.
b. Capaian Kegiatan
b.1. Membuat soal
Capaian pada kegiatan ini yaitu: saya telah membuat soal untuk pelaksanaan ulangan harian bagi
peserta didik dengan melihat kemampuan mereka. Agar terciptanya nilai keadilan
dalam tes, dan tidak memaksakan kehendak guru semata.
b.2 Melaksanakan tes
Hasil dari tahapan kegaitan ini
yaitu saya telah melaksanakan
ulangan harian dengan terbuka. Agar pelaksanaan ulangan tidak
terkesan ditutup-tutupi dan menimbulkan kecurigaan. Sehingga pelaksanaan tes
pun terlaksana secara transparan.
b.3 Mengoreksi hasil tes
Hasil dari tahapan kegaitan ini
yaitu saya telah
mengoreksi soal dengan mengajak pesrta didik yang selesai ulangan harian untuk
mengoreksi hasil ulangan harian setelah tes diadakan. Saya mengajak Peserta didik
mengoreksi saat itu juga tanpa menunda-nunda lagi. Agar pelaksanaan koreksi
hasil ulangan disiplin waktu, tanpa terkesan membuang-buang waktu.
b.4 Membagikan hasil tes
Setelah hasil
ulangan dikoreksi dan dinilai, Saya telah membagikan hasil ulangan di depan seluruh Peserta didik. Agar
pelaksanaan pembagian hasil ulangan
terkesan transparan dan tidak ada yang ditutupi. Sehingga seluruh peserta didik
dapat mengetahui
|
44
|
c.1 Membuat soal
Nasionalisme : sila ke 5
(Keadilan), ketika beberapa bab dari materi pelajaran telah
tersampaikan, selanjutnya saya membuat soal untuk ulangan harian. Agar dapat
mengetahui sebatas mana pengetahuan peserta didik mengenai materi yang telah
diajarkan oleh guru. Saya selalu membuat soal dengan melihat kemampuan siswa
agar pembuatan soal berlandaskan pada nilai keadilan.
c.2 Melaksanakan tes
Akuntabilitas (transparan), pada saat saya melaksanakan kegiatan ulangan harian
saya selalu melaksanakannya secara terbuka. Agar pelaksanaan ulangan tidak terkesan
ditutup-tutupi dan menimbulkan kecurigaan. Sehingga pelaksanaan tes pun
terlaksana secara transparan.
c.3 Mengoreksi hasil tes
Anti korupsi (disiplin), setelah saya melakukan tes (ulangann harian) kemudian
saya mengajak siswa yang telah mengikuti tes (ulangan harian) untuk mengoreksi
hasil ulangan pada saat itu juga tanpa menunda-nunda. Agar pelaksanaan koreksi
hasil ulangan disiplin waktu, tanpa terkesan membuang-buang waktu.
c.4
Membagikan hasil tes
Akuntabilitas (transparan), pada saat saya membagikan hasil ulangan harian saya
selalu membagikana secara terbuka atau di depan seluruh peserta didik. Agar
pelaksanaan pembagian ulangan tidak terkesan ditutup-tutupi, dan semua anak
mengetahui hasilnya. Sehingga pembagian hasil tes yang saya lakukan terkesan
transparan.
d. Manfaat Nilai dasar
Bagi Stakeholder Terkait
Manfaat nilai dasar bagi
stakeholder yang terkait yaitu:
Terwujudnya evaluasi pembelajaran yang objektif dan
berkesinambungan. Dengan evaluasi pembelajaran guru dapat mengetahui peserta
didik mana yang sudah menguasai materi, dan dapat mengetahui apakah metode yang
digunakan guru sudah tepat dalam pembelajaran.
|
45
|
e. Manfaat Aktualisasi
Terhadap Pencapain Visi Misi Organisasi
Manfaat pada tahap kegiatan ini terhadap visi misi
organisasi yaitu saya telah berkontribusi terhadap pencapaian
organisasi berkaitan dengan meningkatkan prestasi
akademik lulusan.
f. Keterkaitan Dengan
Nilai-Nilai Organisasi
Keterkaitan terhadap nilai
organisasi dengan mengaktualisasikan nilai Anti korupsi (disiplin) yaitu pada saat mengajak peserta didik mengoreksi hasil
ulangan pada saat itu juga, yaitu setelah tes dilaksanakan dan tidak
menunda-nunda.
g. Dampak Bila Aktualisasi Tanpa Didasari Nilai Dasar Profesi PNS
|
46
|
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil
pelaksanaan aktualisasi habituasi dari tanggal
24 oktober
2019 – 4 desember
2019 sesuai
dengan rencana dan bantuan,
serta dukungan yang sangat besar dari Mentor dan Coach tentang “Mengoptimalkan Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran
Melaksanakan Sholat Pada SD Negeri 19 Bengkulu Tengah “,
dengan menerapkan nilai-nilai dasar PNS (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) maka dapat disimpulkan :
Telah dilaksanakannya optimalisasi
dalam pelaksaaan
kegiatan pembelajaran PAI di kelas, supaya pembelajaran terarah dengan
(1) Menyiapkan perangkat pembelajaran (2) Melaksanakan PemberianMateri Pembelajaan (3)
Melaksanakan Kegiatan
Praktek Sholat (4) Melakukan
evaluasi pembelajaran
Pada saat masuk ke dalam kelas dan melaksanakan proses kegiatan pembelajaran,
guru mengoptimalkan melalui kegiatan pembelajaran diantaranya kegiatan awal
berupa salam, absensi, berdo’a, apersepsi dan motivasi. Kemudian kegiatan inti
berupa penjelasan mengenai bagaimana tata cara sholatyang benar,bagaimana cara
melafazkan bacaan sholat yang benar,melaksanakantanya jawab antara siswa dan
guru,melaksanakankegiatan mempraktekkan sholat dimana gurudan siswa
melaksanakan kegiatan sholat agar anak lebih memahami bagaiman sholat itu
sendiri. Terakhir kegiatan akhir yaitu evaluasi akhir pembelajaran dan penutup.
Yang semuanya itu tertuang dalam RPP. Bukan hanya itu guru juga telah membuat
bahan ajar untuk peserta didik dan telah melakukan ulangan harian atas materi
yang telah selesai selama kegiatan aktualisasi.
|
47
|
B.
Saran
1. Bagi guru hendaknya menerapkan secara terus menerus agar tercipta situasi pembelajaran yang kreatif dan
berwawasan untuk mengoptimalkan
proses kegiatan pembelajaran
agar pembelajaran terarah dan lebih baik.
2.
Perlu adanya kegiatan yang terus mendukung untuk memaksimalkan aktualisasi yang
berkaitan dengan optimalisasi proses kegiatan pembelajaran agar pembelajaran
terarah dan lebih baik.
3.
Pimpinan dan Rekan–rekan seperjuangan untuk senantiasa
mengaplikasikan nilai-nilai ANEKA
dengan sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan fungsi untuk menciptakan kualitas
pelayanan publik yang baik serta senantiasa memberikan dorongan dan bimbingan yang
bersifat membangun kepada rekan kerja agar bertanggung jawab dan selalu
memegang teguh tugas
dan fungsi dalam pekerjaan serta menjaga loyalitas sebagai Aparatur Sipil Negara,
nantinya akan membawa perubahan positif yang mengarah pada tercapainya cita-cita bangsa.
|
48
|
DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Aktualisasi Modul Pendidikan danPelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. AkuntabilitasModul Pendidikan danPelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Anti KorupsiModul Pendidikan danPelatihan
Prajabatan Golongan I/II Dan III. Jakarta:
Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Analisis Isu Kontenporer Modul Pelatihan
Calon PNS. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Etika Publik Modul Pendidikan danPelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Kesiap Siagaan Bela Negara Modul Pelatihan
Calon PNS. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Komitmen Mutu Modul Pendidikan danPelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Nasionalisme Modul Pendidikan danPelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen Aparatur Sipil negara Modul
Pelatihan Calon PNS. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayan Publik Modul Pelatihan Calon PNS. Jakarta:
Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Wawasan Kebangsaan Dan Nilai-Nilai Bela
Negara Modul Pelatihan Calon PNS. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole Of Goverment Modul Pelatihan Calon
PNS. Jakarta: Lembaga AdministrasiNegara.
|
49
|
Komentar