Langsung ke konten utama

PKP Afrizon Kanedi



PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG PADA  KELAS IV  SDN 01 MERIGI SAKTI

Oleh :
AFRIZON KANEDI

ABSTRAK

Mata pelajran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dalam menguasainya memerlukan waktu yang lama dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Oleh karena itu dalam mata pelajaran matematika guru harus memeperhatikan metode dan keterampilan yang digunakan , dengan cara menciptakan lingkungan belajar agar siswa termotivasi untuk belajar.tetapi temun pada siswa kelas IV SDN 01 Merigi Sakti menunjukan 60% anak yang yang dapat mengetahui bangun ruang dari 20 siswa. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian yang membahas masalah untuk mendapatkan solusi pemecahan masalahnya.
Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berusaha untuk memperbaiki prestasi siswa  yaitu dengan Penerapan Metode diskusi Kelompok Untuk meningkatkan Pemahaman konsep Bangun Ruang pada Kelas IV SDN 01 Merigi Sakti. Dengan peranan metode diskusi kelompok pemahaman konsep bangun ruang meningkat menjadi 70% dari siswa 20 . pada siklus III nilai anak sudah meningkat dari 60 % siklus I 70% dan siklus III 85% .
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa peranan, Penerapaan metode diskusi Kelompok untuk konsep bangun Ruang kelas IV SD N 01 Merigi Sakti dapat mningkatkan prestasi belajar siswa.

Kata Kunci      :  Diskusi Kelompok Pemahaman Konsep Bangun Ruang








BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sekolah merupakan tempat siswa menerima pendidikan. Guru memeiliki peran penting dalam medukung keberhasilan siswa terhadap proses belajar mengajar. Sebagai pemegang peran yang sangat penting , guru dituntut untuk menguasai berbagai metode dan pendekatan mengajar serta terampil dalam menggunakan alat peraga. Dengan kata lain kualitas pembelajaran tergantung kepada kemampuan guru dalam mendukung secara sistematis dan sinergis guru., kurikulum, bahan belajar, media, fasilitas, sistem, pembelajaran dalam menghasilkan proses dan hasil belajar yang optimal sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Mata pelajran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dalam menguasainya memerlukan waktu yang lama dibandingkan dengan mata pelajafran yang lain. Oleh karena itu dalam mata pelajaran matematika guru harus memeperhatikan metode dan keterampilan yang digunakan , dengan cara menciptakan lingkungan belajar agar siswa termotivasi untuk belajar.
Menurut Soetomo ( 1988:143) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor interen dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktror yang dapat menpengaruhi hasil belajar dari dalam diri siswa atau faktor yang membuat individu menjadi lebih baik jasmani maupun rohani sehingga hasil belajar yang akan dicapai sangat rendah. Faktor ekstern merupakan faktor yang dapat mempengaruhi siswa yang berasal dari luar diri siswa seperti lingkungan tempat tinggal siswa.
a)    Identifikasi Masalah
Pada umumnya guru dalam proses pembelajaran matematika lebih banyak menggunakan metode ceramah dari pada melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Sebingga hal ini menyebabakan siswa menjadi bosan serta malas belajar yang akhirnya prestasi belajar siswa tidak memuaskan.Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi siswa dan prestasinya dalam mengikuti kegiatan belajar matematika dan proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan dikusi kelompok.
Begitu pula yang terjadi di SD 01Merigi Sakti Dari 20 orang siswa yang ada di kelas IV SD 01Merigi Sakti maka sebanyak 20 orang yang belum mencapai standar indicator pembelajaran > dari 7.
Kerja kelompok  dapat sebagai motivator bagi siswa sesama dengan teman-temannya utnuk menanamkan konsep pemahaman pada pokok bahasan yang diajarkan .dengan metode diskusi kelompok dalam pengajaran matematika merupakan suatu hal yang esensial, mengingat perkembangan usia anak SD masih berada dalam tahap emosional konkret. anak pada masa ini sangat terkait pada hal-hal atau objek yang nyata.
b)   Analisis Masalah.
Dengan menggunakan metode diskusi kelompok  diharapakan dapat meningkatkan keberhasila proses belajar mengajar baik penigkatan prestasi maupun peningkatan minat khusunya pada mata pelajaran matematika di kelas pada SD N 01Merigi Sakti, karena cara ini sesuai denga tahapan perkembangan pemikiran anak SD yang masih menyenangi permainan.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan dengan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka rumusan masalah  adalah  bagaimana cara penerapan metode diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang pada siswa kelas IV SDN 01 Merigi Sakti.



1.3  Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui metode diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang pada mata pelajaran matematika di kelas IV SDN 01 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
a.       Mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika SDN                                                                          01 Merigi Sakti.
b.      Menganalisis dampak penerapan motode  diskusi kelompok untuk meningkatkan konsep bangun ruang.
c.       Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah PKP pada Program Sarjana (S1) PGSD Universitas Terbuka UPBJJ Bengkulu.
d.      Penulis mampu menyusun Program Rencana Perbaikan Pembelajaran, dengan proses bertanya kepada siswa, siswa dengan guru  dan metode pembelajaran sehingga diharapkan proses pembelajaran  lebih baik.

1.4  Manfaat Penelitian
1. Manfaat Bagi Guru
a)      Guru dapat pengalaman baru dalam pembelajaran.
b)      Guru dapat mengetahui secara langsung pengaruh dalam penggunaan motode  diskusi kelompok untuk meningkatkan Pemahaman konsep bangun ruang Dikelas IV SD N 01 Merigi Sakti.
2. Manfaat Bagi siswa
a)      Siswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar,sehingga dapat meningkatkan motivsi atau semangat belajar.
b)      Pengalaman dan hasil belajar akan bertambah lebih lama dalam pemikiran siswa.
c)      Penerapan metode diskusi kelompok  dalam proses belajar mengajar akan mempermudah siswa untuk memahami suatu konsep yang di sampaikan oleh guru.

3. Manfaat Bagi Sekolah
a.         Dapat meningkatkan kwalitas pendidikan yang lebih baik bagi SDN 01 Merigi   Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.
b.        Menemukan inovasi baru dalam pendekatan, metode, dan keterampilan mengajar pada pelajaran matematika.

























BAB II
KAJIAN PUSTAKA

3.1  Pengertian Belajar Mengajar dan Prestasi Belajar
Belajar merupakan tindakan dan prilaku siswa yang komplek. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadi atau tidaknya proses belajar (Raka,Joni,1985).
Belajar adalah suatu perilaku pada saat orang-orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Dan sebaliknyan, bila ia tidak belajar maka responnya akan menurun. (Skinner dalam Joni, 1985). Mengajar adalah proses menciptakan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Sistem lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen yang saling terkait dan saling mempengaruhi. Diantaranya tujuan intruksional, materi, guru siswa dan sarana prasarana serta jenis kegiatan (Gaynor, Frank, 1964). Mengajar pada dasarnya merupakan usaha untuk menciptakan kondisi atau system lingkungan yang menjadi awal terjadinya proses belajar (Djaya Disastro, Yusuf, 1985). Dalam proses belajar mengajar terdapat beberapa komponen yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi sebagai sebuah sistem. Karena sifat saling mempenaruhi yang bervariasi, maka setiap peristiwa belajar memiliki “profil” yang unik sehingga mencapai hasil belajar yang berbeda pula (Lulu, Azwar dalam Hamalik, 1986).
Disisi lain, (Chalizah, Hasan dalam Joni 1985) membagi pengertian mengajar menjadi tiga poin, yaitu:
1.      Mengajar menyampaikan ilmu kepada peserta didik.
2.      Mengajar berarti menanamkan pengertian kepada peserta didik.
3.      Mengajar berarti aktivitas mengatur ligkungan sebaik mungkin dan menghubungkan dengan peserta didik sehingga terjadi proses belajar mengajar.
4.      Pengertian hasil/prestasi belajar siswa adalah hasil kegiatan belajar siwa
5.      banyak perubahan setelah belajar selesai jika dibandingkan sebelum terjadi kegiatan proses belajar mengajar (K. Davies dalam Turdjai, 1995).
6.      Prestasi dapat dinilai dengan dua cara yaitu kualitatif (dengan menggunakan kata-kata : kurang, cukup, baik, baik sekali) atau yang sering diwakili dengan simbol A, B, C, D. yang kedua adalah kuantitatif yaitu dengan menggunakan angka skala nilai/angka seperti 1-10 atau 1-100 (Daryanto dalam Hamalik, 1986).
Karakteristik guru dan lingkungan psiko-sosial kelas sangat mempengaruhi hubungan sosial antar siswa. Hubungan sosial yang kurang baik antar siswa dapat menganggu kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih mengenal teman-temannya, sehingga mereka merasa sebagai satu kesatuan. Menurut Suciati dkk (2005:5.10) menyatakan bahwa rasa satu kesatuan siswa hanya akan tumbuh apabila guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja dalam kelompok, baik dalam kerja kelompok maupun dalam belajar kelompok.
Dalam kegiatan kelompok siswa harus belajar menerima pendapat siwa lain dan mendorong siswa lain untuk mengemukakan pendapatnya. Melalui kegiatan kelompok siswa akan saling mambantu, bukan saling mengejek atau saling menjatuhkan. Dalam kegiatan kelompok siswa belajar menerima serta menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing. (Suciati dkk, 2005:5.10)
      Berkenaan dengan kegiatan kelompok ini, Weber dalam Suciati dkk (2005:5.10) mengemukakann enam hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan kelompok.
3.2  Fungsi kepemimpian
Fungsi Kepemipinan mengacu pada upaya untuk memperlancar tercapainya tujuan kegiatan kelompok. Guru hendaknya mengembangkan kegiatan kelompok yang tidak didominasi oleh seseorang atau beberapa orang siswa, tetapi yang memberikan kesempatan kepada semua kelompok untuk berpartispasi dan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. Apabila kegiatan kelompok didominasi oleh anggota tertentu, kerja sama antar anggota tidak akan terjadi.
Kemampuan berkomunikasi mengacu kepada kemampuan verbal dan non-verbal, dalam menyampaikan pendapat kepada orang lain dan menangkap pendapat orang lain. Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyatakan perasaan dan pikiran mereka serta bebas dan dapat dipahami siswa lain. Kegiatan kelompok akan berhasil apabila semua anggota kelompok memahami kemampuan ini.
Menurut Sojoeno dan Liza Erviyanti (2005:6), bahwa ada beberapa manfaat pembelajaran menggunakan diskusi kelompok, yaitu:
  1. Dapat melibatkan siswa secara aktif ikut berfikir dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
  2. Dapat memperjelas bagi siswa untuk menguasai materi yang akan dipelajari.
3.      Dapat memotivasi siswa lebih giat belajar.









BAB III
PELAKSANAAN
 PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


3.1  Subjek, Tempat, Dan Waktu Penelitian, pihak yang membantu
Penelitian ini sebagai langkah untuk memperbaiki pembelajaran mata pelajaran matematika di SDN 01 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah, dalam upaya meningkatkan keaktifan hasil belajar siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV berjumlah 20 orang yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Siwa kelas IV ini memiliki kemapuan yang merata. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 23 April 2014 – 26 Mei 2014.
Tabel 3.1: Waktu Pelaksaan Perbaikan Pembelajaran
No
Waktu
Pelaksanaan
Mata
Pelajaran
Siklus
Ket
1.
19 Mei 2014
Matematika
Siklus 1
RP
2.
21 Mei 2014
Matematika
Siklus II
RPP 1
3.
26 Mei 2014
Matematika
Siklus III
RPP 2

Pihak yang membantu dalam penelitian ini adalah bapak Adi Siswanto,A.Ma.Pd. selaku kepala sekolah SDN 01 Merigi Sakti, Ibu Nurhayati,M.Pd selaku supervisor1 dan ibu Elsi Puryani,S.Pd selaku supervisor2.
3.2  Deskripsi Per Sklus Pembelajaran
  1. Siklus 1
  1. Perencana tindakan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pelajaran Matematika dengan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran, yaitu:
·         Membuat satuan pelajaran.
·         Menyiapkan perangkat yang digunakan dalam pembelajaran berupa media gambar.
  1. Pelaksanaan tindakan 1
Pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh peneliti meliputi :
    1. Kegiatan Awal ( 5 Menit)
      1. Guru mengucapkan salam
      2. Mengecek kehadiran siswa
      3. Mengkondisikan siswa untuk siap belajar
    2. Kegiatan inti (30 Menit )
      1. Dengan bimbingan guru siswa menunjukkan bangun ruang balok dan kubus
      2. Siswa diminta untuk mengukur bangun ruang yang ada
      3. Guru menjelaskan dengan rumus volume kubus dan balok
      4. Siswa diminta maju kedepan untuk menghitung volume balok dan kubus
    3.  Kegiatan Penutup ( 5 Menit )
      1. Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran
      2. siswa mengerjakan soal latihan
  1. Observasi
Tahap observasi adalah tahapan pengamatan yang dillakukan oleh teman sejawat terhadap proses dan hasil pembelajaran Matematika yang dilaksanakan oleh peneliti di kelas IV SDN 01 Merigi Sakti. Pada tahap observasi ini dimana melihat dan meneliti tingkah laku siswa saat proses belajar dilakukan. Setelah bermusyawarah dengan teman sejawat peneliti dapat membuat perbaikan pada pembelajaran selanjutnya.




Table 2. Lembaran Observasi Pada Siklus I
No
Aspek Observasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Guru memberikan apersepsi
ü   

Guru menyampaikan apresepsi
2
Guru memberikan motivasi

ü   
Guru sudah memberikan motivasi, tetapi blum maksimal 
3
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

ü   
Guru blum menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
4
Guru menjelaskan materi

ü   
Guru belum dapat menjelaskan materi dengan baik
5
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara hetrogen
ü   

Guru  dapat membagi siswa dalam kelompok secara hetrogen
6
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok

ü   
Guru belum dapat menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok dengan baik
7
Guru membimbing siswa dalam kerja kelompok
ü   

Guru sudah dapat membimbing siswa dalam kerja kelompok
8
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa

ü   
Guru belum dapat melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan bertanya 
9
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan pelajaran

ü   
Guru belum dapat  melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
10
Guru memberikn evaluasi

ü   
Guru sudah memberikan evaluasi tetapi masih banyak kesulitan siswa

  1. Refleksi
Pelajaran matematika memerlukan pemahaman dan memerlukan banyak latihan mengerjakan soal. Peneliti berpendapat metode ceramah yang sering digunakan cepat mengundang rasa bosan pada siswa. Kebosanan itu dapat menurunkan minat belajar dan prestasi belajar siswa. Kendati telah dilaksanakan rencana tindakan 1, akan tetapi pelaksanaanya kurang optimal. Maka untuk meningkatkan lagi hasil dan keaktifan siswa perlu diadakan siklus berikutnya dengan menggunakan metode yang memancing minat belajar siswa dan meningkatkan perhatian belajar yang menyebabkan pengelolaan kelas menjadi lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam rangka tindakan perbaikan selanjutnya.

  1. Siklus II
1.      Perencana Tindakan 2
Peneliti melaksanakan proses pembelajaran dengan mengoptimalkan proses pembelajaran yang berlangsung. Yaitu dengan membuat proses belajar mengajar yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dengan menggunakan pengalaman siswa sebagai topik masalah.
2.      Pelaksanaan tindakan 2
    1. Kegiatan Awal
-          Apersepsi  : guru membimbing siswa melakukan demonstrasi untuk menghitung volume ember dengan gelas satuan berisi air
-          Guru menjelaskan bahwa air yang berada didalam ember merupakan volume sebagai penanaman konsep tentang volume
    1. Kegiatan inti
-          guru menyuruh siswa menyebutkan contoh yang ada dilingkungan sekitar
-          guru membimbing siswa melakukan demonstrasi gelas satuan yang dimasukkan kedalam ember kemudian guru menjelaskan bahwa yang berada didalam ember  itu merupakan volume
-          guru membentuk kelompok kerja siswa
-          guru membagikan LKS dan kubus satuan sebagai media
-          siswa melaporkan hasil diskusi didepan kelas
-          Dengan bimbingan guru siswa menunjukkan bangun ruang balok dan kubus
    1. Kegiatan akhir
-          Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran
-          Siswa mengerjakan soal  latihan
3.      Observasi
Pada pelaksanaan siklus II ini Penelitian berkolaborasi dengan teman sejawat dalam kegiatan pengamatan selama proses belajar mengajar berlangsung. Pada pengamatan siklus kedua  ini peneliti menemukan sudah ada perubahan pada siswa dan juga kekurangan dan kelemahan pada bebarapa siswa berupa Perhatian siswa kurang dalam proses pembelajaran  dan beberpa hasil evaluasi siswa rendah .
Table 3. Lembaran Observasi Pada Siklus II
No
Aspek Observasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Guru memberikan apersepsi
ü   

Guru menyampaikan apresepsi
2
Guru memberikan motivasi
ü   

Guru sudah memberikan motivasi, siswa ddengan baik
3
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
ü   

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
4
Guru menjelaskan materi
ü   

Guru sudah dapat menjelaskan materi dengan baik
5
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara hetrogen
ü   

Guru  dapat membagi siswa dalam kelompok secara hetrogen
6
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok

ü   
Guru belum dapat menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok dengan baik
7
Guru membimbing siswa dalam kerja kelompok
ü   

Guru sudah dapat membimbing siswa dalam kerja kelompok
8
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa

ü   
Guru belum dapat melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan bertanya 
9
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan pelajaran

ü   
Guru belum dapat  melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
10
Guru memberikn evaluasi
ü   

Guru sudah memberikan evaluasi

4.      Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi, peneliti menlihat ada perubahan-perubahan yang signifikan pada diri siswa. Hampir seluruh siswa dapat aktif dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa juga meningkat jauh dari pada sebelum diadakan tindakan perbaikan yang dapat dilihat dari nilai yang diperoleh.

  1. Siklus III
1.      Perencana Tindakan 3
Peneliti melaksanakan proses pembelajaran dengan mengoptimalkan
Proses pembelajaran yang berlangsung. Yaitu dengan membuat proses belajar mengajar yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dengan mengguanakan pengalaman siswa sebagai topik masalah.
2.      Pelaksanaan tindakan 3.
1.      Kegiatan awal
-         apersepsi, guru membimbing siswa mmelakukan demonstrasi untuk menghitiung volume ember dengan gelas satuan
-         guru mnjelaskan bahwa air yang berada di dalam ember merupakan volume sebagai pemahaman konsep bangung ruang
2.      Kegiatan inti
-         guru menyuruh siswa menyebutkan contoh bangun ruang yang ada disekitar
-         guru membimbing siswa melakukan demonstrasi
-         guru menjelaskan bahwa jumlah air yang ada didalam ember itu merupakn volume
-         guru membentuk kelompok siswa untuk mengerjakan LKS
-         guru membimbing siswa melaporkan hasil kerja kelompok
-         guru memberikan pertanyaan penjajakan untuk mengetahui kemampuan siswa
3.      Kegiatan akhir
-         guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran
-         guru memberikan soal latihan
3.      Observasi
Pada pelaksanaan siklus III dilaksanakan terhadap kegiatan belajar mengajaar yang sedang berlangsung dengan yang telah dibuat. Selama pelaksanan kegiatan belajaar mengajar observasi ilakukan oleh pengamat yaitu teman sejawat, teman sejawat memberikan (v) pada aspek yang diamati.
Table 4. Lembaran Observasi Pada Siklus III
No
Aspek Observasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Guru memberikan apersepsi
ü   

Guru menyampaikan apresepsi
2
Guru memberikan motivasi
ü   

Guru sudah memberikan motivasi, dengan baik 
3
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
ü   

Guru sudah menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
4
Guru menjelaskan materi
ü   

Guru dapat menjelaskan materi dengan baik
5
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara hetrogen
ü   

Guru  dapat membagi siswa dalam kelompok secara hetrogen
6
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok
ü   

Guru sudah dapat menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok
7
Guru membimbing siswa dalam kerja kelompok
ü   

Guru sudah dapat membimbing siswa dalam kerja kelompok
8
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa
ü   

Guru dapat melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan bertanya 
9
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan pelajaran
ü   

Guru dapat melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
10
Guru memberikn evaluasi
ü   

Guru sudah memberikan evaluasi

Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi, peneliti melihat ada perubahan-perubahan yang signifikan pada diri siswa. Hampir seluruh siswa telah dapat aktif dalam proses belajar megajar dan hasil belajar siswa yang telah meningkat jauh daripada sebelum diadakan tindakan perbaikan yang dapat di lihat dari nilai yang diperoleh.

3.3  Instrumen Tes
Dari pengamatan selama tiga siklus terjadi kemajuan dalam pembelajaran. Terutama dalam siklus II, proses perbaikan pembelajaran mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, terutama dalam penggunaan Metode diskusi kelompok. Hal ini disebabkan ketika proses perbaikan pembelajaran berlangsung aktif dan tidak monoton.

3.4  Teknik Pengumpulan Data
1.      Lembaran Observasi
Lembaran observasi digunakan untuk mengetahui peranan guru dan kegiatan dalam proses mengajar sebagai umpan balik dalam melaksanakan proses belajaar mengajaar.
2.      Lembaran Tes
Menurut Zainul Asnawi, Mulyana Agus : 2005 ) tes hasil belajar di bentuk suatu alat ukur yang paling banyak digunakan untuk mengetahui keberhasilan seseorang dalam proses belajar mengajar suatu program pendidikan.
3.5  Teknik Analisi Data
1.      Nilai Rata-rata
Rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:
Dengan            :      = Nilai rata-rata
                           Σ X   = Jumlah nilai siswa
                           Σ N   = Jumlah siswa
2.      Prsentase ketuntasan secara Klaksial
∑X
               P :                                                         
                        N

Ket :
P          : Ketuntasan Belajaar Klasikal
∑X      : Jumlah siswa yang nilainya dikatakan tuntas
N         : jumlah siswa









BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1  Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
I.        Hasil Per Siklus
Dari penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti pada mata pelajaran matematika di kelas IV SDN 01 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
1.      Siklus 1
1.      Perencanaan
Sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati, peneliti membuat skenario pembelajaran mata pelajaran matematika dengan menggunakan menerapkan diskusi kelompok.
2.      Pelaksanaan
Pada kegiatan awal pembelajaran, guru mengecek kehadiran siswa yang dilanjutkan dengan apersepsi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang produktif untuk memotivasi siswa.
Adapun pelaksanaan tindakan 1 sesuai dengan perencanaan yang dibuat dalam rencana pembelajaran, yaitu:
·         Menjelaskan materi-materi pokok bahasan pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan.
·         Melakukan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan yang direncanakan
·         Memberikan contoh soal, lalu siswa disuruh menjawabnya.
·         Melakukan pritest, apapun hasilnya guru harus memberikan pemahaman dan motifasi.
·         Mengamati kegiatan atau aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.
·         Mengevaluasi hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan siswa dalam pemahaman materi.
Adapun hasil dari evalusi tersebut adalah:
Table 4.1: Rekapitulasi hasil belajar siswa
Mata pelajaran Matematika kelas IV SDN 01 Merigi Sakti 
No

Nama Siswa
Nilai
Ketrangan
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Purnama Andi Putra
8.1
2
Lisa Astuti
4.8
3
Dea Susanti
7.0
4
Badrin Kaspari
5.4
5
Marina
7.0
6
Nabila Sasmita Sari
7.1
7
Dwi Purwanto
5.8
8
Alif Afriansyah
7.0
9
Nurul Azizah. F
7.0
10
Devo Wanto
5.7
11
Wulandari
7.3
12
Gunawan
4.9

13
Lia Febriyanti
7.0

14
Joni Leo Renaldo
7.1

15
Davit Horizon
5.4

16
Dodi Saputra
5.8

17
M.Rian Pranata
5.8

18
Ardiles Saputra
7.2

19
Yuan Angga Winata
7.1

20
Agus Jutami
7.7

Jumlah
130.2
12
8
Rata-rata
65.1


Nilai rata-rata:
X = ∑X = 65.1.=6.51
N=10
Keterangan:
X = Nilai rata-rata
∑X = Jumlah nilai yang diperoleh siswa
N = Jumlah siswa.
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata dari 20 orang siswa padasiklus I adalah 6.51, sedangkan untuk ketuntasan belajar klasikal diperoleh dengan meneggunkan rumus :
Jumlah siswa yang memperoleh
Nilai 7 ke atas
Khttp://dc245.4shared.com/doc/WuxOgUPn/preview_html_m7181fbd7.gifetuntasan belajar klasikal= X 100 %
Jumlah siswa

Ketuntasan belajar klasikal = 12 : 20 X 100% = 60 %

Jadi dari data tersebut diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 60 %
  1. Siklus II
  1. Perencanaan
Pada tahap pelaksanaan siklus II ini,peneliti menyiapkan rencana pembelajaran. Peneliti juga menyiapkan komponen lainnya yang lebih terencana tanpa meninggalkan komponen yang telah ditetapkan dalam siklus I.
Adapun kegiatan dalam perencanaan pada siklus II ini adalah:
·            Menyiapkan rencana pembelajaran.
·            Menyusun instrumen pengajaran dengan alat peraga.
·           Menggunakan metode pengajaran yang lebih bervariasi agar siswa tidak jenuh.
  1. Pelaksanaan
Pelaksanaan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II ini yaitu guru mengkoordinasi kelas kearah situasi belajar yang baik, kemudian guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan materi yang telah disampaikan, dan menyampaikan tujuan pelajaran.
Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah menjelaskan materi yang dipelajari secara singkat, selanjutnya siswa diajak menemukan konsep dengan bantuan gambar yang ada pada karton. Kemudaian siswa berdiskusi tentang gambar bangun ruang yang ada untuk di tarik kesimpulannya.
Pada saat peneliti memberikan penjelasan, peneliti menghubungkan metode bervariasi sesuai dengan rencana. Selanjutnya peneliti memberikan motivasi dan perhatian khusus kepada siswa yang pasif dan meningkatkan keikutsertaan siswa dalam penggunaan diskusi kelompok. Setelah kesimpulan ditarik, peneliti memberikan kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami.
Diakhir pembelajaran siswa diberikan evaluasi untuk pemantapan materi dan untuk melihat hasil yang telah mereka dapatkan selama PBM.
Adapun hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.2 : Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa
Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN No 01
Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2014.
No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Purnama Andi Putra
7.9
2
Lisa Astuti
7.0
3
Dea Susanti
7.0
4
Badrin Kaspari
6.5
5
Marina
7.0
6
Nabila Sasmita Sari
7.2
7
Dwi Purwanto
6.4
8
Alif Afriansyah
7.0
9
Nurul Azizah. F
7.0
10
Devo Wanto
7.0
11
Wulandari
6.3

12
Gunawan
7.3

13
Lia Febriyanti
7.6

14
Joni Leo Renaldo
7.7

15
Davit Horizon
7.5

16
Dodi Saputra
6.2

17
M.Rian Pranata
7.2

18
Ardiles Saputra
7.1

19
Yuan Angga Winata
6.7

20
Agus Jutami
5.1

Jumlah
138.7
14
6
Nilai Rata-rata
69.35


Nilai rata-rata:
X = ∑X = 69.4.=6.94
N=10

Keterangan:
X = Nilai rata-rata
∑X = Jumlah nilai yang diperoleh siswa N = Jumlah siswa.
Dengan melihat tabel diatas bahwa hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan. Dari data tersebut hasilnya sudah cukup baik kendati belum memenuhi indikator ketuntasan pembelajaran dengana rata-rata 6.94.
Ketuntasan belajar klasikal pada siklus II meningkat yaitu dari 60% meningkat menjadi 70%
Jumlah siswa yang memperoleh
Nilai 7 ke atas
Khttp://dc245.4shared.com/doc/WuxOgUPn/preview_html_m7181fbd7.gifetuntasan belajar klasikal= X 100 %
Jumlah siswa

Ketuntasan belajar klasikal = 14 : 20 X 100% = 70%

Jadi dari data tersebut diperoleh ketutasan belajar klasikal sebesar 70%.


  1. Siklus III
  1. Perencanaan
Pada tahap pelaksanaan siklus III ini, peneliti menyiapkan rencana pembelajaran. Peneliti juga memepersiapkan komponen lainnya yang lebih terencana tanpa meninggalkan komponen-komponen yang telah diterapkan dalam siklus II. Adapun kegiatan yang direncanakan pada siklus III ini adalah.
·         Menyiapkan rencana pembelajaran.
·         Menyusun instrumen pengajaran dengan diskusi kelompok.
·         Menyiapkan alat peraga yang lebih divariasikan lagi.
·         Menggunakan metode pengajaran yang lebih bervariasi agar siswa tidak jenuh.
  1. Pelaksanaan
Pada kegiatan awal pembelajaran, guru mengecek kehadiran siswa yang dilanjutkan apersepsi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang produktif untuk memotivasi siswa.
Adapun pelaksanaan tindakan III sesuai dengan perencanaan yang dibuat dalam rencana pembelajaran, yaitu :
·         Menjelaskan materi-materi pokok bahan pelajaran sesuai dengan yang direncanakan.
·         Melakukan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan yang direncanakan.
·         Memberikan contoh soal, lalu siswa disuruh menjawabnya.
·         Melakukan pritest apapun hasilnya guru harus memberikan pemahaman dan motivasi.
·         Mengamati kegiatan atau aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran.
·         Mengevaluasi hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi.
Adapun hasil dari evaluasi tersebut adalah :















Tabel 4.3 : Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa
Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN No 01
Merigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2014.
 No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Purnama Andi Putra
8.0
2
Lisa Astuti
7.0
3
Dea Susanti
7.2
4
Badrin Kaspari
7.0
5
Marina
8.0
6
Nabila Sasmita Sari
7.3
7
Dwi Purwanto
6.5
8
Alif Afriansyah
8.0
9
Nurul Azizah. F
7.4
10
Devo Wanto
7.5
11
Wulandari
7.1

12
Gunawan
7.8

13
Lia Febriyanti
8.0

14
Joni Leo Renaldo
7.9

15
Davit Horizon
7.5

16
Dodi Saputra
6.2

17
M.Rian Pranata
7.2

18
Ardiles Saputra
7.1

19
Yuan Angga Winata
7.1

20
Agus Jutami
5.1

Jumlah
144.9
17
3
Nilai Rata-rata
72.5


Nilai rata-rata:
X = ∑X = 72.5.=7.25
N=10
Keterangan:
X = Nilai rata-rata
∑X = Jumlah nilai yang diperoleh siswa
N = Jumlah siswa.
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata dari 20 orang siswa pada siklus III adalah 7.25. Sedangkan untuk ketuntasan hasil balajar kalsikal pada siklus III meningkat dengan sangat signifikan menjadi 85 %.
Jumlah siswa yang memperoleh
Nilai 7 ke atas
Ketuntasan belajar klasika l= X 100 %
Jumlah siswa
Ketuntasan belajar klasikal = 17 : 20 X 100% = 85 %.
  1. Refleksi
Kualitas pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dikatakan berhasil, dapat dilihat dari nilai hasil belajar siswa maupun nilai keaktifan siswa yang meningkat dari setiap siklus pembelajaran. Sebelum penerapan diskusi kelompok nilai rata-rata belajar siswa dalam pembelajaran matematika sangat rendah.
Dari penelitian yang dilakukan peneliti yang berlangsung sebanyak tiga siklus dengan mneggunakan penerapan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan minat (motovasi) dan prestasi belajar siswa. Pada siklus I nilai hasil evaluasi rata-rata 6.5. Kemudian meningkat pada siklus II yaitu 6.9. Mengalami peningkatan kembali pada siklus III menjadi 7.25. Dari siklus ke siklus tampak ada peningkatan.
Berdasarkan peningkatan nilai tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga dapat dikatakan berhasil, karena penerapan diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep pembelajaran matematika. Keberhasilan PBM tersebut tidak terlepas dari kemampuan dan kerjasama peneliti dalam memanfaatkan berbagai komponen yang tersedia untuk menggali kreatifitas siswa, karena bagimanapun pintarnya seorang guru tanpa disertai kompetensi guru dalam menggali kreatifitas siswa, PBM tidak akan optimal.
Peningkatan nilai setiap siswa dari setiap siklus tidak konsisten, artinya pada siklus pertama ada siswa yang lebih tinggi dari siklus ke dua, ataupun sebaliknya. Namun secara umum nilai pada siklus ke tiga sudah mencapai di atas lulus yakni nilai 7.00.
Ketidak konsistenan pencapaian nilai dapat disebabkan :
·         Perbedaan materi PBM.
·         Ketertarikan siswa dalam penyampaian materi yang di sajikan.
·         Kesiapan siswa dalam mengikuti PBM.
·         Kompetensi guru dalam melaksanakan PBM.
Berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus dapat disimpulkan bahwa hipotesis dapat terjawab. Adapun hipotesis yang dimaksud adalah bahwa minat dan hasil pembelajaran matematika dapat meningkat jika pembelajaran dilaksanakan dengan menggunkan penerapan metode diskusi kelompok.




Table 4.4: Perbandingan Nilai Evaluasi Siswa
Mata Pelajaran Matematika kelas IV SDN 01 Merigi Sakti 2014
No
Nama Siswa
Siklua I
Siklus II
Siklus III
1
Purnama Andi Putra
8.1
7.9
8.0
2
Lisa Astuti
4.8
7.0
7.0
3
Dea Susanti
7.0
7.0
7.2
4
Badrin Kaspari
5.4
6.5
7.0
5
Marina
7.0
7.0
8.0
6
Nabila Sasmita Sari
7.1
7.2
7.3
7
Dwi Purwanto
5.8
6.4
6.5
8
Alif Afriansyah
7.0
7.0
8.0
9
Nurul Azizah. F
7.0
7.0
7.4
10
Devo Wanto
5.7
7.0
7.5
11
Wulandari
7.3
6.3
7.1
12
Gunawan
4.9
7.3
7.8
13
Lia Febriyanti
7.0
7.6
8.0
14
Joni Leo Renaldo
7.1
7.7
7.9
15
Davit Horizon
5.4
7.5
7.5
16
Dodi Saputra
5.8
6.2
6.2
17
M.Rian Pranata
5.8
7.2
7.2
18
Ardiles Saputra
7.2
7.1
7.1
19
Yuan Angga Winata
7.1
6.7
7.1
20
Agus Jutami
7.7
5.1
5.1
Rata-rata
6.51
6.94
7.25
Ketentuan Nilai Klasikal
60 %
70 %
85%

Grafik Nilai Rata-rata Mata Pelajaran Matematika dari Siklus I, II dan III


Dari tabel diatas setelah dilakuakn evaluasi mata pelajajaran matermatika pada kelas IV SDN 01 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah, dilakukan pebaikan pada siklus I, siklus II, dan siklus III, terlihat peningkatan hasil rata-rata nilai siswa dari siklus I sebesar 6.94, selanjutnya meningkat pada siklus II menjadi 6.51, dan akhirnya pada siklus III meningkat lagi menjadi 7.25.
Sedangkan ketuntasan belajar klasikal pada siklus I adalah 60%, meningkat pada siklus II menjadi 70%, dan akhirnya meningkat lagi menadi 85% pada siklus III.

4.2  Pembahasan
1. Siklus I
Berdasarkan Hasil diskusi peneliti dengan teman sejawat maka dapat disimpulkn bahwa kegiatan yang dilakukan peneliti dapat dikatan cukup, walaupun telah mengalami peningkatan namun belum mencapai indikator keberhasilan seperti yang diharapakan peneliti ini.
Pada tindakan pertama ini kekurangan yang muncul pada pembelajaran pertama adalah:
·         Masih banyak siswa yang belum aktif dalam mengikuti pelajaran.
·         Masih ada siswa yang takut untuk bertanya.
·         Anak kurang dapat menjawab soal secara keseluruhan.
·         Masih ada siswa yang mendapat nilai dibawah 7,00.
·         Guru kurang optimal dalam membimbing siswa bekerja secara kelompok, sehingga masih ada siswa yang kurang kerjasamanya dalam kelompok.
·         Pengelolaan kelas belum optimal, beberapa siswa masih sibuk dengan aktifitasnya masing-masing yang tidak berkaitan dengan materi pelajaran.
Adapun kelebihan pada tindakan I adalah :
·         Dalam proses belajar mengajar siswa termotivasi dan semangat dalam mengikuti pelajaran.
·         Kesriusan dan keaktifan siswa dalam mengikti proses belajar mengajar meningkat. Hal ini dapat dilihat dari berkurangannya siswa yang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.
·         Siswa lebih senang belajar dengan diskusi kelompok.
·         Prestsi belajar siswa telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum mengalami tindakan.
Pada siklus pertama ini, rata-rata hasil belajar siswa adalah 6.51, indikator pembelajaran yang harus dicapai 7. Ini berarti rata-rata nilai siswa masih jauh dari indikator dan untuk ketuntasan belajar klasikalnya adalah 60%.
2.Siklus II
Pada tindakan kedua ini kekurangan yang muncul pada pembelajaran pertama adalah :
·         Masih ada siswa yang belum aktif dalam mengikuti pelajaran.
·         Masih ada siswa yang takut untuk bertanya.
·         Masih ada siswa yang mendapat nilai dibawah 7,00.
·         Pengelolaan kelas belum optimal beberapa siswa masih sibuk dengan aktifitasnya masng-masing yang tidak berkaitan dengan materi pelajaran.
Adapun kelebihan pada tindakan II adalah :
·         Dalam proses belajar mengajar siswa termotivasi dan semangat mengikuti pelajaran.
·         Keseriusan dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran meningkat. Hal ini dapat dilihat dari berkurangnya siswa yang sibuk denga katifitasnya masing-masing.
·         Siswa lebih senang belajar dengan berdiskusi sesama teman.
·         Prestasi belajar siswa telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum mengalami tindakan.
Pada siklus II ini hasil evaluasi rata-rata meningkat dari 6.51 pada siklus I menjadi 6.94 pada siklus II. Dan untuk ketuntasan belajar klasikalnya meingkat dari 60% menjadi 70%.
3.Siklus III
Kualitas pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok pada pemahaman konsep bangun ruang dikatakan berhasil, dapat dilihat dari nilai hasil belajar siswa maupun nilai keaktifan siswa yang meningkat dari setiap siklus pelajaran. Sebelum penerapan ketrampilan metode diskusi kelompok nilai rata-rata belajar siswa dalam pembelajaran matematika sangat rendah.Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang berlangsung sebanyak tiga siklus dengan menggunakan metode diskusi  dapat meningkatkan minat ( motvasi) dan prestsi belajar siswa. Pada siklus I hasil ecvaluasi rata-rata 6.51 kemudian meningkat menjadi 6.94 pada siklus II, dan akhirnya pada siklus III meningkat lagi menjadi 7.25. Dan untuk ketuntasn belajar klasikalnya meningkat dari 60% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, dan akhirnya menjadi 85% ada siklus III.
Berdasarkan penigkatan nilai tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan metode diskusi kelompok  dapat dikatakan berhasil, karena penggunaan metode diskusi  dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep pembelajaran matematika. Keberhasilan PBM tersebut tidak terlepas dari kemampuan dan kerjasama peneliti dalam memanfaatkan berbagi komponen yang tersedia untuk menggali kreatifitas siswa, karena bagimanapun pintarnya seorang guru tanpa disertai kompetensi guru dalam menggali kreatifitas siswa, PBM tidak akan optimal. Dari data-data yang telah peneliti peroleh, maka kesimplan dari penelitian ini bahwa dengan menggunakan alat peraga pada mata pelajaran matematika dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus meningkatkan prestsi belajar siswa.



























BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT


5.1.  Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang penulis uraikan di atas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Bahwa dengan menggunakn metode diskusi kelompok meningkatkan pemahaman  konsep  bangun ruang dalam pembelajaran matematika dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus meningkatkan hasil bealajar siswa yang terlihat pada pingkatan persentase dan rata-rata pada setiap siklus.
2.      Dari penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil: Pada siklus I rata-rata nilai belajar siswa adalah 6.51 meningkat menjadi 6.94 disiklus II , dan meningkat kembali menjadi 7.25 di siklus III. Begitu juga dengan peersentase ketuntasan belajar siswa, pada siklus I persentasenya 60.%, Meningkat menjadi 70% siklus II, meningkat kembali menjadi 85% pada siklus III.

5.2.  Saran Tindak Lanjut
Dalam kesempatan ini penulis menyarankan terutama kepada :
1.      Guru diharapkan dapat menerapkan  metode diskusi kelompok pada bangun ruang dalam pembelajaran Matematika, karena cara ini meningkatkan hasil belajar siswa.Guru  hendaknya secara penuh kesadaran harus selalu mencoba dan berusaha untuk memperkuat hasil penelitian ini. Dengan melakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan Penggunaan metode diskusi kelompok meningkatkan pemahaman  konsep  bangun ruang dalam pembelajaran matematika.
2.      Diharapkan dapat memvariasikan Pelajaran yang akan dibahas sehingga dapat menarik minat siswa untuk belajar.
3.      Kepala Sekolah hendaknya terus memberikan dorongan dan dukungan bagi guru agar selalu melakukan penelitian guna meningkatkan dan memajukan sistem pembelajaran, sehingga pembelajaran yang bermutu dapat terlaksana dan menghasilkan mutu pendidikan yang baik.
4.      Untuk para pendidik, dalam menyampikan suatu materi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika hendaklah menggunakan metode diskusi kelompok meningkatkan pemahaman  konsep  bangun ruang dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus meningkatkan prestasi belajar siswa.














DAFTAR PUSTAKA

Andayani,   
 dkk. 2007. Pemantapan kemampuan profesional. Jakarta: Universitas Terbuka.
Depdikbud. 1994. Kurikulum pendidikan dasar. Jakarta: Depdikbud.
Djaya Disastro, Yusuf. 1981. Metode Metode Mengajar. Bandung: Angkasa.
Gaynor, Frank. 1964. Perkembangan dan Belajar Peserta Didik. Jakarta: Depdikbud.
 Sudjarwo. 1989. Beberapa Aspek Perkembangan Sumber Belajar. Jakarta: Media Utama
Jhonson dan Rising. 1972. Pengelolaan Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.
Oemar, Hamalik. 1986. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : pustaka Maharya.
Raka, Joni. 1985. Dasar-Dasar Interaksi Belajar.Jakarta: Suara Karya.
Soetomo,dkk. 1988.Dasar-Dasar Interaksi Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.
Sudjana, Nana. 1992. Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Sinar Jaya.
Sudjana dan Rivai. 1984. Cara Belajar Mengajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
UU SPN Nomor 20. 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

SK Sekolah

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH DINAS PENDIDIKAN   DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH DASAR NEGERI 0 1 MERIGI SAKTI Alamat : Desa Bajak III, Kecamatan Merigi Sakti Kode Pos 38383   KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 01 MERIGI SAKTI Nomor :421.2/SK/SDN01/2014 TENTANG PENGANGKATAN BENDAHARA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : 2013-2014                                              Menimbang : a. Bahwa untuk kelancaran tugas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) padaSD Negeri 01 Merigi Sakti maka dipandang perlu mengangkat seorang bendahara b. Bahwa yan...

Artikel Prisma Segitiga

 Rumus Prisma Segitiga (Volume dan Luas Permukaan) serta Contoh soal Menghitung Prisma Segitiga - Di artikel ini, kami membahas tentang prisma segitiga sama kaki, luas permukaan prisma segitiga, volume prisma segitiga, cara menghitung rumus luas permukaan prisma segitiga, cara menghitung volume prisma segitiga, contoh soal menghitung luas permukaan prisma segitiga, contoh soal menghitung volume prisma segitiga, dan lain-lain. Di kehidupan sehari-hari sering di lihat benda yang menyerupai prisma segitiga diantaranya atap kandang hewan pliharaan, atap rumah, dan lain-lain. Seomoga dengan adanya artikel ini, anda semakin paham mengenai prisma segitiga. Di sini kami hanya membahas mengenai prisma segitiga dan rumus-rumus pada prisma segitiga itu sendiri, di antaranya rumus Luas permukaan dan volume. Prisma Segitiga Prisma segitiga merupakan bangun ruang tiga (3) dimensi yang terbentuk atas alas, penutup atau topi, dan selimut. Jika di perhatikan alas prism...

SK Pembagian Tugas Guru Piket SDN 19 Bengkulu Tengah

  PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH DINAS PENDIDIKA N DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH DASAR NEGERI 19 BENGKULU TENGAH Alamat : Desa Bajak   I II, Kecamatan Merigi Sakti Kode Pos 38383   SURAT KEPUTUSAN KEPALA SD NEGERI 19 BENGKULU TENGAH NOMOR: 421/ /SDN19BT/2024 TENTANG Pembagian Tugas Guru Piket Tahun Pelajaran : 2023 / 2024 Pada Sekolah Sd Negeri 19 Bengkulu Tengah Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Bengkulu Tengah Kepala Sekolah Sd Negeri 19 Bengkulu Tengah   Menimbang : Untuk memperlancar pelaksanaan tugas Kepala Sekolah di dalam pengelolaan Administrasi dan kependidikan di SDN 19 Bengkulu Tengah Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah sehingga dapat berjalan dengan tertib, aman dan teratur maka dipandang perlu menunjuk guru untuk menjadi Guru Piket tahun pelajaran : 2023 / 2024 Mengingat      1. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. ...